Sumbar - Jika di daerah lain kita akan mengenal “desa” sebagai suatu kampung atau wilayah yang kecil. Maka lain halnya dengan di Sumatera Barat. Di Minangkabau ini terdapat yang namanya “nagari”, yang merupakan suatu wilayah setingkat dengan desa pada daerah lain. Di Sumatera Barat sendiri, terdapat banyak nagari nagari, yang tersebar di berbagai daerah. Serta juga terdapat nagari tertua yang ada di Sumbar, yaitu Nagari Pariangan.
Nagari Pariangan ini terkenal akan keindahan alamnya yang indah dan udaranya yang sejuk. Membuat siapapun pasti betah berada di sini. Oleh karena itu, di bawah ini akan dijelaskan sejarah singkat mengenai Nagari Pariangan, beserta fakta fakta menarik lainnya.
Seperti yang dikatakan di atas, Nagari Pariangan ini merupakan nagari tertua yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Nagari ini berada di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya berada di Lereng Gunung Marapi.
Nagari Pariangan merupakan asal usul peradaban nenek moyang suku Minangkabau. Nagari ini juga dikenal dnegan sebutan “Nagari Tuo” dan menjadi pusat budayanya alam Minangkabau, yang terkenal, dihormati dan merupakan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
1. Pelesetarian Rumah Adat Sebagai Tempat Tinggal dan Lainnya
Nagari Pariangan memiliki keistimewaan, di mana semua masyarakat yang tinggal di sini masih mempertahankan Rumah Adat Sumatera Barat, sebagai tempat tinggal mereka. Jika berkunjung ke sini, kita akan melihat rumah rumah warga, yang meneyerupai Rumah Adat Sumbar, yang identik dengan gonjong pada bagain atapnya.
Karena posisi Magari Pariangan ini, berada di Lereng Gunung Marapi. Oleh larena itu, rumah rumah warga di sini di susun mengikuti arah Lereng Gunung Marapi. Sehingga jika dilihat dari ketinggian atau menggunakan drone, maka akan menakjubkan, rapi, dan indah.
2. Terdapat Masjid Tertua yaitu Masjid Islah Pariangan
Di Nagari Pariangan ini, juga terdapat masjid tertua yang telah berumur cukup lama dan diperkirakan sudah ada di awal abad ke 19, yaitu bernama Masjid Islah Pariangan. Masjid ini juga menjadi saksi sejarah dalam hal penyebaran agama islam di Minangkabau. Hal ini dibuktikan dengan arsitektur pada masjid ini. Masjid ini memiliki aristektur yang kombinasi antara adanya unsur unsur minang dan pengaruh agama islam.
3. Tungku Tigo Sajarangan Sebagai Situs Cagar Budaya
Nagari Parianagn memiliki situs cagar budaya, yaitu Tungku Tigo Sajarangan. Ini merupakan cagar budaya yang identik kuat dengan nilai nilai serta adat budaya Minangkabau.
4. Masuk Dalam Kategori Desa Terindah di Dunia Menurut versi Travel Budget
Berdasarkan versi dari Travel Budget, Nagari Pariangan, di Sumatera Barat ini masuk ke dalam satu dari lima desa terindah di dunia. Hal ini merupakan suatu kebanggan bagi masyrakat minang, terutama masyrakat di Nagari Pariagnagn sendiri. Serta harus dipertahankan.
5. Pemandangan yang Indah
Saat berkunjung ke sini, kita akan merasakan sejuk dan ademnya udara khas perdesaan. Serta banyaknya perkebunan masyarakat sekitar yang subur. Mulai dari berbagai sayur sayuran persawahan dan lainnya yang tersusun rapi. Udara dan suasana di sini, sangat cocok dan menjadi rekomendasi buat destinasi liburan bersama keluarga atau orang terdekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan