Rumah Tan Malaka (dok istimewa)
Sumbar - Berbagai macam peninggalan sejarah, bangunan bangunan zaman peniggalan zaman Kolonial Belanda, cagar budaya dan lainnya saat ini senantiasa dirawat dan dijaaga keberadaanya. Baik dalam upaya rekonstrksi, perawatan, penetapan sebagai situs cagar budaya dan lainnya. Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, kepada Rumah Tan Malaka.
Hal senada disampaikan langsung oleh Mentri Kebudayaan RI, Fadli Zon Dalam hal ini dia menyampaikan bahwa, Rumah Tan Malaka akan dijadikan sebagai pusat budaya, tempat bersejarah dan juga wisata sejarah guna mengenang sosok Tan Malaka, sebagai sosok pejuang nasional Indonesia.
Adapun renovasi Rumah tan Malaka ini, direncanakan akan mencukup penataan pada Kawasan, pengemangan berbagai macam sudut dan juga penataan ruang pamer. Pada saat kunjungan ke Provinsi Sumatera Barat, Mentri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan sosok Ibrahim Dato Tan Malaka, adalah seorang pejuang berat juga Bapak Republik indonesia. Dalam hal ini, dia juga turut menyampaikan bahwa, Tan Malaka mempunyai visi mengenai lahirnya Republik Indonesia. Di mana hal ini tertuang pada “Naar de Republiek” ditulis pada tahun 1925.
Tidak hanya melakukan renovasi pada bangunan saja. Akan tetapi, juga akan dilkikan penataan pada kawasan secara lebih terpadu. Adapun penanganan yang bakal dilakukan, antara lain sebagai berikut:
• Area publik
• Ruang pamer
• Beberapa sudut yang memiliki nilai sejarah
Baca juga: Macam Macam Tempat Makan Keluarga Selama Perjalanan Liburan di Sumbar
Dalam hal ini juga, Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang agar memasang adanya penunjuk arah menuju Rumah tan Malaka. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja, dalam hal memperkuat identitas kawasan sebagai situs bersejarah nasional yang penting. Sebelumnya diketahui, Rumah Tan Malaka ini juga sudah pernah dilaksanakan renovasi pada 2024 lampau. Kemudian untuk tahun 2026, juga akan dilaksanakan renovasi ulang serta penataan ulang.
Seorang Sejarawan belanda bernama Harry A Poeze juga menilai bahwa, Tan Malaka merupakan seseorang yang mempunyai 14 karakter serta juga dikenal oleh dunia internasional, sebagai seorang tokoh yang berhasil melaksanakan penyamaran di sejumlah negara sampai 20 tahun dan kemudian kembali ke Indonesia pada tahun 1942.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis