ilustrasi anak terkena cacingan (Freepik/freepik)
Sumbar - Beberapa hari yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan kasus anak kecil bernama Raya yang meregang nyawa, setelah mengalami demam tinggi dan terdapat ribuan cacing dalam tubuhnya, yang keluar melalui hidung. Kasus tersebut sontak menjadi perhatian banyak kalangan, banyak yang menyayangkan hal tersebut terjadi dan menekankan lagi, betapa pentingnya pencegahan cacingan sedari dini.
Buntut dari kasus ini, saat ini juga banyak masyarakat, khususnya dari kalangan muda yang mengonsumsi obat cacing, yang dijual di apotek, guna mencegah cacingan itu, terjadi dan menjadi hal yang ditakutkan.
Walaupun begitu, fenomena ini, banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak, baik dari dokter, akademisi dari UGM dan lainnya. Lalu bagaimana sebenarnya cacingan ini? apa yang menjadi penyebab timbulnya cacingan dan cara mengatasinya? Berikut akan dipaparkan di bawah ini, agar kita lebih paham dan bijak lagi dalam menagmbil Keputusan, dan tidak asal asalan FOMO.
Baca juga: 3 Nagari di Sumatera Barat Iko, Masuak Dalam Nagari Terindah di Dunia
Cacingan merupakan suatu infeksi cacing, yang masuk ke dalam tubuh manusia. Parasit yang masuk tersebut, kemudian akan menginfeksi bagian usus sampai menimbulkan sederetan gejala lainnya.
Cacingan ini bisa terjadi kepada siapa saja, baik dari anak anak hingga dewasa. Akan tetapi, anak anak biasanya akan lebih sering mengalaminya, karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih belum sempurna.
Cacingan ini biasanya diakibatkan karena adanya faktor kurangnya kebersihan diri ataupun lingkungan sekitar. Selain itu, faktor dari kekebalan tubuh, kebiasaan mencuci tangan dan mengonsumsi makanan mentah, atau setengah masak bisa menjadi penyebab seseorang mengalami cacingan.
Jenis Jenis Cacing yang Menjadi Penyebab Cacingan
Baca juga: Indak di Lua Nagari, 8 Objek Wisata Iko Balokasi di Sumatera Barat
1. Cacing pita
Cacing pertama yang menjadi penyebab cacingan adalah, cacing pita atau cestoda. Cacing ini, berbentuk pipih dan ruas ruas di seluruh tubuh. Cacing dewasa, biasnya dapat mencapai panjang 25 meter dan akan bertahan sampai 30 tahun.
Biasanya cacing ini, memasuki tubuh manusia ketika tangan bersentuhan dengan tinja atau tanah yang mengandung telur cacing, dan kemudian terbawa ke dalam mulut, ketika makan. Selain itu, cacing ini juga bisa masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi cacing.
2. Cacing tambang
Selanjutnya cacing tambang, yang memiliki panjang 5-13 milimeter dan larva cacing tambang yang baru menetas, bisa menjadi penyebab cacingan.
3. Cacing kremi
Kemudian caicng kremi, bisa menjadi penyebab caingan selanjtunya. Cacing ini, berwarna putih dan halus dengan panjang 5-13 milimeter. Infeksi cacingan ini, umumnya terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi parasit tersebut.
4. Cacing gelang
Terkhir cacing gelang, dengan panjng 10-35 cm. Cacing satu ini, dapat masuk ke dalam tubuh melalui tanah, yang terkontaminasi dengan parasit ini. Ketika masuk dalm tubuh, telur akan menetas air, di usus kemudian menyebar melalui pembuluh darah atau slauran bening ke oragan tubuh lain.
Baca juga: Pai Raun Sambia Kulineran di Pesisir Selatan: Cataik Lokasino!
1. Cuci tangan secara teratur
2. Simpan daging mentah dengan baik
3. Cuci buah dan syauran, sebelum dikonsumsi
4. Berikan obat cacing untuk bianatang peliharaan, secara berkala
5. Hindari berjlaan, tanpa alas kaki ataupun menyentuh tanah tanpa sarung tangan
6. Gunting kuku secara teratur dan hindari menggigit kuku
Hal Yang dilakuakan jika sudah terinfeksi cacingan
1. Basuh anus pada pagi hari, guna mengurangi jumlah telur cacing. Karena cacing bisa bertelur, pada malam hari
2. Gantilah pakaian dalam dan seprai setiap hari, selama terinfeksi
3. Cuci pakaian tidur, seprai, pakaian dalam serta handuk dengan air panas guna membasmi cacing
4. Hindari menggaruk daerah sekitar anus yang gatal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter.com, Halodoc