Burger salah satu contoh makanan cepat saji (freepik/chandlervid85)
Sumbar - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program dari pemerintah pusat, yang ditujukan kepada seluruh anak anak di bangku sekolahan, sudah mulai dijalankan di berbagai daerah dan kota di Indonesia. Akan tetapi dalam berjalannya program ini, banyak kritikan yang dilontarkan dari berbagai pihak, mulai dari menu MBG yang berupa burger, dan bahkan ada kasus keracunan, pada siswa siswi penerima MBG ini.
Berbicara soal menu burger dalam program Makan Bergizi Gratis ini, salah satu yang ikut memberi kritik adalah, Dr. Tan Shot Yen, yang merupakan ahli gizi. Dia memberi kritikan tersebut, di hadapan anggota Komisi IX DPR RI, pada hari Senin 22 September 2025. Dr. Tan Shot Yen, menilai menu burger tersebut tidak tepat diberikan dan diragukan juga kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.
Baca juga: Sederet Influencer Yang Berdarah Minangkabau, Berikut Daftarnya!
Lalu apa alasan sebenarnya yang mendasar, kenapa burger, yang merupakan makanan cepat saji, ini tidak sehat, walaupun terdiri roti, daging, dan sayuran.? Berikut akan dipaparkan penjelasannya di bawah.
1. Kandungan Kalori, Lemak Jenuh, dan Natrium Yang Tinggi
Hal pertama yang mendasari burger termasuk makanan yang tidak sehat adalah, memiliki kalori, natrium, dan lemak jenuh dalam porsi yang tinggi. Walaupun makanan cepat saji satu ini, terdapat sumber serat, seperti sayur sayuran, tetapi kandungan yang tidak baik di dalamnya akan lebih merugikan.
Adanya sayur di burger ini, tidak seberapa dan tidak sebanding dengan tebalnya lapisan daging, keju, dan mayones. Selain itu, tidak semua daging yang terdapat di dalamnya berkualitas. Di bawah ini, akan diurai bahan tambahan lain, yang terkandung dalam satu porsi burger.
Baca juga: 9 Fakta Menarik Kota Padang, Sebagai Ibukota Sumatera Barat: Berikut Uraiannya
1. Zat Aditif
Bahan tambahan yang terdapat dalam burger adalah, zat aditif. Biasanya Perusahaan makanan menggunakan berbagai macam zat aditif seperti, nitrat, natrium fosfat, guna mengawetkan dan memberi tekstur pada daging, yang digunakan.
Zat aditif yang tergolong aman ini, jika dikonsumsi berlebihan, maka akan berdampak dalam jangka panjang dan bisa menibulkan berbagau macam penyakit.
2. Natrium
Kedua guna campuran dagingnya lebih baik, sebanyak 3.000-4.000 mg natrium, ditambahkan ke dalamnya. BPOM Amerika Serikat, telah memberikan rekomendasi batasan maksimal natrium, yaitu hanya 1.500 – 2.300 mg/hari.
3. Amonia
Poin selanjutnya yaitu ammonia, amonia sendiri sering ditambahkan ke adonan daging gilingan, guna membunuh bakteri bakteri yang ada. Walaupun beberapa perusahaan makanan cepat saji, tidak menggunaknnya lagi. Hal ini tidak memungkinkan adanya zat tersebut digunakan pada daging olahan, yang kita konsumsi.
4. Kalori
Burger biasanya terdapat kandungan burger sebanyak, 1000 kalori, jika mengonsumsi sebanyak itu, maka sama saja dengan mrnggabunglkan jumlah kalori, makan siang dan makan malam dalam sekali makan.
5. Roti Burger (Bun)
Terakhir roti burger, sebagai bahan dasarnya. Roti burger tidak selalu sehat, karena berisi lenih dari 20 bahan, yang tidak biasa. Contohnya mengandung ammonium klorida, ammonium sulfat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klikdokter.com