Objek Wisata Kota Padang (Dokumen pribadi: Asyraf Wardatulislam Zulfikar)
Sumbar - Dalam Hari Jadi Kota Padang mendatang, ada begitu ragam persiapan dan acara yang akan diselenggarkan oleh Pemerintah Kota Padang. Salah satunya adalah Blue Ocen Minang Run (BOM Run) 2026. Event ini tidak hanya sebagai event olahraga saja. Akan tetapi, juga menjadi sport tourism.
Blue Ocean Minang Run 2026, juga akan menjadi salah satu magnet utama, dalam perayaan Hari Jadi Kota Padang mendatang dan juga mengerakan ekonomi lokal. Adapun keseriusan dari event ini, ditunjukkan pada rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 3 Padang (IKASAMNTRI), dengan berbagai macam pihak dari instansi dan pihak terlkait. Mulai dari Kape Kupi Batigo yang berada di Kecamatan Padang Utara, pada hari Rabu, 1 Juli 2026.
Adapun rapat kordinasi ini, juga turut melibatkan seperti Organisasi Prangkat Daerah (OPD) serta juga stakeholder. Mulai dari Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM, Polrestasa Kota Padang sampai juiga pihak dari kecamatan, panitia Hari Jadi Kota Padang tahun 2026, UMKM dan Dinas Pariwisata, Dinas pemuda dan Olahraga.
Baca juga: Bentuk Kepedulian: PT KAI Divre II Sumbar Salurkan Dana TJSL Semester I 2026
Adanya keterlibatan dari berbagai macam lintas ini, menunjukkan bahwa Blue Ocean Minang Run (BPOM Run) ini dirancnag tidak hanya sebagai perlombaan lari saja. Akan tetapi, juga suatu event yang memiliki skala besar dan juga membutuhkan manajemen yang terpadu. Dari rekayasa lalu lintas, layanan kesehatan, pengamanan sampai juga dengan kesiapan fasilitas publik.
Pada kesempatan ini juga, Sekretaris Blue Ocean Minang Run, Adril Syukri mengatakan bahwa kolaborasi yang multi pihak ini menjadi adanya nkunci sukses penyelenggaraan acara, yang di mana akan dijadwalkan pada 9 Agustus 2026.
Dalam hal ini dia berpendapat bahwa, dukungan dari pesonil dan berbagai aparat lainnya yang terlibat ini, menenutkan kelancaran pelaksanan. Dalam hal ini terutama pada pengatran arus lalu lintas serta juga pengamanan jalur lomba.
Baca juga: Laksanakan Program Nasional: PT KAI Divre II Sumbar Lakukan Penutupan Pada 35 Perlintasan Liar
Pada sisi masyarakat, antusiasme masyarakat juga terbilang tinggi. Di mana sampai awal bulan Juli ini, adapun jumlah pendaftar lebih dari 3.000 peserta, dari target 6.000 peserta. Di mana pendafatran ini akan berakhir pada 10 Juli 2026.
Tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, event ini juga memberi efek berganda pada sektor ekonomi. Dimana pada utamanya pada pelaku UMKM, perhotelan, kuliner, transportasi dan lainnya yang dirasa akan merasakan dampak meningkatnya mobilitas pengunjung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Infopublik