Ilustrasi penghitungan biaya hidup (freepik/mdjaff)
Sumbar - Bagi masyarakat yang bekerja atau berkuliah di luar kota atau provinsi tempat mereka lahir, dan jauh dari keluarga dan kerabat merupakan suatu tatangan tersendiri. Baik dari segi ekonomi finanasial yang mereka tanggung, jauh ari kerabat dan lainnya. Selain belajar untuk mandiri,bekerja atau kuliah di perantauan bisa menjadi awal bagi kita untuk belajar mengeola keuangtan sendiri. Oleh karena itu penting bagi kita, untuk belajar literasi keuangan, agar biaya hidup bisa terpenuhi.
Berbicara soal biaya hidup khususnya di Kota Padang.. Ibuota Provinsi Sumatera Barat ini, banyak diminati oleh banyak orang untuk melanjutkan pendidikan. Baik sekolah ataupun perguruan tinggi. Tidak hanya itu, banyak juga masyarakat yang dari luar kota mendapatkan pekerjaan di kota ini. Oleh sebab itujuga, penting bagi mereka untuk bisa mengeola keuangan dengan benar. Baik untuk keperluan biaya primer, sekunder an tersier mereka. Di bawah ini, akan dijelaskan rincian biaya hiup dan harg kos di Kota Padang.
Baca juga: Tempat Nongkrong Hits dan Instagramable di Kota Bukittinggi dan Agam: Favoritnya Semua Kalangan
Pertama biaya kebutuhan primer. Sebagaimana yang diketahi kebutuhan primr adalah kebutuhan dasar manusia. Seperti pangan, sandnag dan papan. Jika ingin bekerja atau kuliah di Kota Padang, maka rata rata dana yan perlu diperisapkan untuk konsumsi sebulannya per individu Rp. 900.000. Dimana Rp 900.000 ini, merupakan gabungan ari makan tiga kali sehari (pagi,siang dan malam)
Namun apabila kamu kos bersama teman kuliah batau rekan kerja, maka biaya yang dibutuhkan bisa lebih hemat, yaitu Rp.400.000. Karena bisa masak makanan untuk bersama sama. Dibandingkan dengan memasak lauk untuk diri sendiri (jika tinggal seorang diri). Hal ini karena jika tingga sendiri di kosan, maka kemungkinan kita beli makan diluar atau makan dikantin kampus atau pantry di tempat kerja.
Kemudian biaya tempat tinggal, jika kamu kuliah atau kerja di perantauan artinya kamu akan menyewa kos kosan,sebagai tempat tinggal. Rata rata harga sewa kos kosan di Kota Padang berkisar sekitaran 500.000/bulan atau jika mau yag harga menenggang ada yang Rp 300.000/bulan.
Terahir juga biaya listrik baik dengan sistem token atau meteran. Perlu diingat juga, biaya tempat kos ini tergantng fasiitas an kelengkapan yang tersedia di kos kosan tersebut. Biasanya semakin lenkap fasiitas kos kosan seperti ( wifi, kasur, lemari, ruang tamu, kompor dll) maka biayanya aakan semkin tinggi.
Namun ada beberapa pemilik kos kosan yang memberi keringann bagi calon penyewa. Di mana jika kita menywea satu kamar untuk kapasitas lebih dari 1 orang, maka biaya kosannya akan lebih murah.
Selanjutnya kebutuhan sekuner. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang peru dipenuhi, setelah kebutuhan primer dipenuhi. Contohnya kendaraan pribadi (jika lokasi kantor kerja jauh, atau kampus) kebutuan akan barang elektronik seperti: laptop untuk pennjang pekerjaan dan kuliah, magic com, kipas angin,obat obatan, skincare,BBM dll. Perlu iingat juga, kebutuhan sekuder ini, bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing masing. Artinya tidak semuanya harus dipenuhi.
Biaya kebutuhan BBM untuk di Kota Padang, bisa diperkirakan sekitaran Rp 700.000/bulan. Akan tetapi hal ini berbalik lagi seberpa sering menggunakn kedaraan pribadi, untuk pergi bekerja atu kuliah dan juga tergantung jarak pulang pergi setiap harinya.
Baca juga: Tradisi Menyambut Ramadhan di Pasaman Barat:Maapam Yang Penuh Akan Makna dan Nilai Keagamaan
Selanjutnya kebutuhan barang mewa atau tersier. Seperti perhiasan ataupun healing untuk melepas capek dari rutinitas sehari hari. Jika ingin ilburan di Kota Padang, maka ada begitu banyak pilihan yangbisa kita pilih. Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk liburan di objek wisata ini Rp. 50.000 jika liburan setiap minggnya atau Rp 200.000 untuk setiap bulannya.
Berbalik dari penjelasan di atas tadi, ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk hidup hemat pengeluaran selama diperantauan. Agar tidak mengalami dompet kosong, pada tanggal tua setiap bulannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pantauan Langsung Penulis, Ruangmenyala.com