Museum Tuanku Imam Bonjol (jadesta.kemenparekraf.go.id)
Sumbar - Provinsi Sumatera Barat memiliki banyak kebergaman objek wisata, baik wisata alam, edukasi dan objek wisata lainnya yang menjadi incaran banyak wisatawan untuk berkunjung. Salah satu objek wisata di provinsi ini yang bisa dijadikan rekomendasi wisata edukasi yaitu terdapat di Kabupaten Pasaman.
Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu daerah strategis yang ada di provinsi Sumatera Barat. Karena kabupaten ini berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten, baik kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Barat maupun provinsi lainnya. Tidak hanya itu, kabupaten ini adalah pintu gerbang bagian utaranya Provinsi Sumatera Barat, dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara.
Baca juga: Pemerintah kota Payakumbuh Berhasil Raih Anugerah Upakarya Wanua Nugraha
Salah satu hal yang menarik dari Kabupaten Pasaman Barat ini adalah salah satu daerah yang dilalui garis khatulistiwa atau titik 0 derajat bumi. Tepatnya garis katulistiwa di Kabupaten Pasaman ini, berada di Kecamatan Bonjol Jalan Lintas Bukittinggi Lubuk Sikaping.
Garis Katulistiwa sendiri merupakan garis imajiner yang meintangi tengah bumi di antara kutub utara dan kutub selatan. Atau dalam kata lain sebuah garis khayal yang di mana membagi bumi menjadi 2 belahan. Yaitu belahan bumi selatan dan belahan bumi utara.
Saat mengunjungi tempat ini kita bisa mengunjugni 2 tempat wisata, yang letaknya dekat dan berhadapan. Yaitu Planetariumnya dan Museum Tuanku Imam Bonjol. Berikut di bawah ini akan dijelaskan 2 objek wisata tersebut.
1. Planetarium
Jika mengunjungi planetariumnya, di dalamnya narasi video yang diputar. Di mana di video itu menjelaskan tetang garis khatulistiwa atau garis equator yang ada di Kabupaten Pasaman ini. Planetarium ini sangat cocok dikunjungi sebagai objek wisata edukasi ataupun study tour bagi anak anak dan pejar, agar memahami lebih lanjut mengenai garis khatulistiwa.
2. Museum Tuanku Imam Bonjol
Selanjutnya Museum Tuanku Imam Bonjol, yang lokasinya berhadapan engan Planetarium. Buat masuk kesini tidak dikenakan biaya atau gratis, dan wajib mengisi buku tamu pengunjung. Pada bagian dalam, terdapat begitu banyak barang barang peninggalan pada saat masa perjuangan Tuanku Imam Bonjol. Bagian luarnya juga sangat asri dan adem, dilengkapi dengan berbagai tanaman tanam dan pepohonan hijau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan