Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 22 JANUARI 2026 • 18:23 WIB

Situs Sejarah di Kota Sawahlunto Ini Menjadi Saksi Bisu Jejak Kolonial Belanda di Sumbar: Cocok Sebagai Tujuan Study Toyr dan Wisata Edukasi

Situs Sejarah di Kota Sawahlunto Ini Menjadi Saksi Bisu Jejak Kolonial Belanda di Sumbar: Cocok Sebagai Tujuan Study Toyr dan Wisata EdukasiIlusrtasi mempelajari sejarah (Freepik/freepik)

Sumbar - Jika ingin mengenal lebih jauh Sejarah Indonesia saat zaman kolonial Belanda dahulu, maka salah satu daerah yang terdapat banyak situs sejarah Indonesia adalah Provinsi Sumatera Barat. Selain itu banyak juga pahlawan pahlawan nasional, yang berasal dari daerah ini, seperti Buya Hamka, Bung Hatta, M.Yamin, dan lainnya yang ikut berjuang merebut kemerdekaan. 

Salah satu kota di provinsi ini, yang bisa menjadi rekomendasi buat study tour atau berliburan sambil mempelajari situs sejarah Indonesia dulu, adalah Kota Sawahlunto. Kota ini terkenal akan julukan “kota arang”, dikarenakan kota ini pada zaman kolonial Belanda dulu merupakan penghasil dan tempat pertambangan batu bara. 

Oleh karena itu, di kota ini terdapat begitu banyak peninggalan sejarah zaman melawan penjajah. Baik berupa museum dan lainnya. Berikut di bawah ini akan dipaparkan macam macam museum dan juga sebagai situs sejarah yang ada di kota ini. 

Baca juga: Tidak Seperti Bandara Lain Bandara di Sumbar ini Menggunakan Nama Etnik: Berikut Alasan Dibalik Pemberian Nama Bandara Internasional Minangkabau

Macam Macam Situs Sejarah di Kota Sawahlunto  

1. Museum Lubang Tambang Mbah Soero 
Museum yang juga sebagai situs sejarah di Kota Sawahlunto adalah Museum Lubang Tambang Mbah Soero. Saat masuk ke dalam museum ini kita akan melihat berbgai macam peninggalan zaman dulu. Salah satu yang ada di sini adlaah rantai rantai yang di mana pada waktu itu digunakan untuk mengikat semua buruh buruh paksa, yang disebut sebagai orang rantai. 

Di mana tugas orang rantai pada zaman kolonial Belanda dulu tidak hanya menggali tambang dan menagmbil Batubara saja. Akan tetapi juga membuat rel kereta api sepanjang Sumatera Barat. Selain itu di sini juga terdapat berupa lukisan yang menggambarkan bagaimana orang orang rantai tersebut melakukan kerja paksa. Serta juga terdapat peralatan dan perlengkapan yang digunakan pekerja. Seperti gergaji, dan lainnya. Di sebelah museum ini juga terdapat situs lubang tambang Batubara mbah soero. 

2. Musum Gudang Ransoem 
Museum yang kedua adalah Museum Gudang Ransoem. Museum ini dulunya merupakan saksi bisu tempat memasak bagi orang prang rantai, yang kerja paksa pada zaman kolonial Belanda. Di dalam museum ini, kita bisa melihat berbagai peralatan perlatan memasak yang digunakan zaman dulu. Selai  itu juga terdapat IPTEK Center, yang digunakan sebagai tempat edukasi pembelajaran bagi pelajar. 

Baca juga: Dalam Rangka Menyambut 1000 Tahun Jam Gadang Kota Bukittinggi Terpilih Menjadi Tuan Rumah IMLF ke 4: Akan Libatkan 40 Negara

3. Masjid Agung Nurul Islam 
Selanjutnya adlaah Masjid Agung Nurul Islam. Masjid ini pada zaman kolonial Belanda, merupakan tempat Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU. Dalam masjid ini, juga terdapat ruang mesin yang berada di bawah bangunannya. Selain itu, ruangan ini juga bisa menjadi tempat rekaitan dan juga penyimpanan senjata pada masa agresi militer. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tiktok/RIYANDAA, Tiktok/bersama.siyong

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Situs Sejarah di Kota Sawahlunto Ini Menjadi Saksi Bisu Jejak Kolonial Belanda di Sumbar: Cocok Sebagai Tujuan Study Toyr dan Wisata Edukasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!