Jam Gadang Kota Bukittinggi (sumbar.jadesta.com)
Sumbar - Walking tour merupakan salah satu alternatif liburan yang cocok dilakukan oleh masyarakat, yang ingin travelling santai, budget sederhana dan sambil berswafoto dan mengabadikan momen bersama atau me time. Seperti dengan namanya, walking tour adalah liburan ata bekeliling objek wisata ataupun sejarah, dengan berjalan kaki. Pastinya jarak antar objek tidak begitu jauh, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Salah satu kota pilihan untuk melakukan walking tour ini adalah Kota Bukittinggi. Kota yang memiliki julukan sebagai kota wisata ini, memiliki beragam objek wisata dan sejarah, yang bisa dijadikan pilihan buat walking tour, dan jarak antar satu objek wisata, ke objek wisata lain dan juga tempat makan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Berikut uraian selengkapnya di bawah ini.
Salah satu objek wisata di Kota Bukittinggi yang bisa menjadi pilihan buat walking tour, dan juga menjadi favotit banyak orang adalah kawasan Jam Gadang. Dari pusat kota ini, ada beragam objek wisata lainnya yang bisa dikunjungi.
Kawasan Jam Gadang
Baca juga: Pemko Pariaman Targetkan 5.500 program Sertifikat Halal Gratis (Sehati)
Pertama berangkat dari rumah atau penginapan, kita bisa langsung pergi ke Jam Gadang ini di pagi hari. Menikmati suasana dan jalan jalan di Jam Gadang ini saat pagi hari, bisa jadi pilihan yang tepat. Karena pada waktu waktu ini, belum ramai pengunjung (kecuali sabtu – minggu dan hari libur).
Di sekitaran pelataran Jam Gadang, kita juga bisa menyewa jasa fotografer yang sudah stand by di sana, jika ingin mengabadikan momen berfoto di depan Jam Gadang. Selain itu, juga terdapat banyak taman taman indah, kolam kolam kecil lengkap dengan air mancurnya yang bersih.
Jika sudah puas, maka kita bisa jalan menurun sebentar dari Jam Gadnag, arah ke Taman Monumen Proklamator Bung Hatta. Lokasinya yang berdekatan dengan Jam Gadang,spot satu ini kerap dikujungi oleh wisatawan. Di sini juga terdapat banyak bangku taman, pepohonan rindang yang indah. Dari at atas Taman Monumen Jam Gadang, kita bisa melihat keindahan kawasan ini, jalan raya dari kejauhan. Spot ini juga cocok dijadikan untuk berswafoto yang Instagramable.
Kulineran di Sekitaran Jam Gadang dan Pasa Ateh
Memasuki siang hari, jika ingin mengisi perut terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Kita bisa makan siang atau beri makanan di sekitaran Jam Gadang ataupun di dekat Pasa Ateh. Jika ingin makan berat, maka kita bisa makan di salah satu rumah makan minang yang cukup terkenal di kota ini. Yaitu Rumah Makan Simpang Raya
Di sekitaran ini, terdapat 2 Rumah Makan Simpang Raya. Pertama di depan Jam Gadang dan satu lagi, di Pasa Ateh. Jika ingin makan yang ringan ringan. Seperti lontong, mie rebus dan lainnya, maka paling tepat mampir ke Pisang Panggang HM Zen. Memiliki banyak cabang dan paling dekat dari sini adalah di Pasa Ateh. Sesuai dengan namanya, salah satu menu favorit banyak orang dan spesifik di sini adalah pisang panggangnnya.
Jika ingin beli oleh oleh atau Cindra mata. Mak ada beberapa pilihan. Pertama di Jenjang Gudang tidak jauh dari Jam Gadang, depan pelataran Jam Gadang dan Kampung Cina. Mulai dari gancun, baju, makanan, kue kering, keripik sampai accessories di sini semuanya lengkap.
Berikutnya jalan sedikit dari arah Jam Gadang, menuju ke arah Kebun Binatang Kinantan Kota Bukittinggi. Walaupun dekat, tapi jika ingin ke kebun bianatang ini juga ada jalan alternatif lain yang bisa dicoba. Seperti dari arah Pendakian Wowo.
Baca juga: PT KAI Divre II Sumbar Lakukan Penutupan Pada Perlintasan Liar di 3 Tiitk Kota Pariaman
Di kebun Binatang ini, kita bisa melihat berbagai macam fauna yyang dirawat di setiap kandang, lengkap dengan papan informasi mengenai fauna tersebut. Lokasinya nyaman, estetik, tersedia banyak bangku bangku taman. Di sini, terdapat juga objek wisata lain yang satu komplek dengan kawasan ini. Yaitu museum ikan yang terdapat banyak ikan ikan hias dalam aquarium besar dan juga Rumah Gadang, yang bisa dikunjungi.
Salah satu keunikan dari objek wisata ini, terdapat jembatan penghubung antara Kebun Binatang Kinantan Kota Bukittinggi dengan Benteng Fort De Kock. Yaitu Jembatan Limpapeh, yang juga ikonik di kota ini. jika melalui jembatan ini menuju Benteng Fort De Kock, ataupun sebaliknya maka kita akan berad di Kampun China.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pantauan