Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 13:14 WIB

Berikut 6 Macam Permainan Tradisional Minangkabau, Yang Bikin Nostalagia Masa Kecil

Author

Permainan Tradisional Minangkabau Sepak Rago (jadesta.kemenparekraf.go.id)

Sumbar - Salah satu hal yang dirindukan pada saat masa sekolahan atau masa kecil dulu adalah, adanya berbagai macam permainan tradisional yang sering dimainkan bersama teman sebaya. Masa di mana belum mengenal gawai dan belum adanya media sosial, seperti sekarang ini membuat pertemanan masa kecil penuh kebersamaaan.

Berbicara soal permainan tradisonal, pastinya di setiap daerah di Indonesia, mempunyai aneka macam permainan tradisonal, yang unik dan sederhana. Salah satunya di daerah Minangkabau, yang terkenal akan budaya dan adat istiadatnya. Lalu apa saja berbagai macam permaianan tradisoanal, yang berasal dari daerah ini? berikut ulasannya.

Baca juga: Ada Rencana Traveling Keliling Sumatera Barat? Berikut Objek Wisata Yang Bisa Dikunjungi di Kota Padang dan Sekitarnya

1.    Sepak Rago

Permaianan yang pertama adalah Sepak Rago, atau dalam Bahasa Indonesia Sepak Raga. Sepak rago ini, juga menjadi asal mulanya permainan sepak takrau. Sepak Rago sendiri, biasanya dimainkan oleh laki laki. Buat cara bermainnya, semua pemain akan membentuk lingkaran, dsn kemudian memulai permainan dengan menyipak bola yang terbuat dari anyaman daun kelapa ataupun rotan. 

Aturan dalam bermainnya, bola tidak boleh sampai jatuh ke tanah dan tidak boleh disentuh menggunakan jari angan.  Hal ini juga yang membedakan,antara sepak rago dan sepak takrau, di mana kalau sepak takrau, kita diperbolehkan menggunakan jari jari tangan. 

2.    Badia Batuang

Selanjutnya ada Badia Batuang, badia sendri, memiliki arti “Meriam” dan batuang memiliki arti “bambu besar. Permainan ini, biasanya banyak dimainkan saat bulan Ramadan sambil menunggu beduk buka puasa tiba. Semua anak anak yang memainkannya, akan membuat meriam, dari bambu bambu besar. Nanti semua pemain, akan berlomba lomba membunyikan meriam sekeras mungkin. Meriam ini nantinya akan diberi minyak tanah dan sumbu, dan ditmbah dengan lubang. Saat disulut, nanti badia batuang ini, akan menghasilkan bunyi yang keras. 

3.    Cak bur atau Gala Panjang

Permainan Tradisonal Cak Bur (jadesta.kemenparekraf.go.id)

Cak bur atau juga dinamakan Gala Panjang, diberi nama tersebut karena saat bermainnya, kita harus mengucapkan “Cak” dan “bur”. Permainan ini biasanya akan membentuk 2 gelanggang dan akan membuat garis dari atas tanah dengan ukuran 2 x 2 meter dan kemudian dibagi menjadi beberapa kotak. 

Dikutip dari wikipedia, setiap kelompok harus memiliki jumlah anggota yang sama, Satu orang akan berperan sebagai pemain, dan tim pemain akan bertugas melewati kotak kotak tanpa ada yang tersentuh penjaga. 

Baca juga: Mamilah Fest 2025 Menjadi Ajang Bagi BSU Ampang Saiyo Mandiri Dalam Menunjukan Inovasinya

Permainan akan dimulai dari penjaga yang berada paling depan sambil mengucapkan “cak” dan di akhiri dengan pemain, yang berhasil melewati penjaga sambil mengucapkan “ bur” untuk menanadai kemenangannya. Permainan ini akan dilakukan, sampai semua anggota berhasil lolos.

4.    Sipak Tekong

Selanjutnya ada Sipak Tekong, merupakan permainan petak umpet khas minangkabau. Sipak sendiri memiliki arti “sepak” dan tekong memiliki arti “kaleng”. Hal yang memebedakan petak umpet biasa dengan ini adalah, pemain yang dulu tertangkap bisa diselamatkan. 

Sama halnya dengan petak umpet, akan ada satu yang bertugas sebagai penjaga dan yang lainnya akan bersembunyi. Nantinya penjaga akan mencari teman temannya  dan jika ditemukan, maka penjaga harus menyebutkan nama dan kemudian menyipak tekong, sambil berteriak sipak tekong. Jika hal ini tidak dilakukan, maka teman yang bersembunyi tadi bisa bersembunyi kembali dengan meniypak tekong tadi. 

Baca juga: Bertepatan Dengan Momen HUT RI ke 80 Tahun : Pemprov Sumbar Beri Penghargaan Kepada 3 Tokoh Atas Dedikasi dan Kontribusinya Terhadap Daerah

5.    Mancik Mancik

Mancik dalam Bahasa Indonesia, berarti tikus. Dikutip dari situs resmi kemendikbud, Mancik mancik permainan yang dimainkan dengan jumlah 10 sampai 15 orang. Para pemain, nantinya akan bersembnuyi di sudut sudut rumah, ataupun tempat yang bisa untuk bersembunyi. Kemudian ada satu orang, yang bertugas mencari teman temannya yang lain dan antinya akan bergantian. 

6.    Kuciang Kuciang

Terakhir ada permainan Kuciang Kuciang, yang biasanya dimainkan oleh perempuan. Dalam permainnanya, harus memiliki 6 buah biji congklak atau sejenis cangkang atau biasa juga disebut kucinag kuciang kemudian satu bola tenis. Setiap pemain harus melempar bola ke atas, dan mengambil congklak tadi. 

Dari 6 macam permainan asli Minangkabau tadi, sudah jarang ditemukan anak anak yang memainkannya. Hal ini dikarenakan karena kemajuan teknologi yang semakin modern dan digitalisasi, yang membuat mereka lebih suka bermain smartphone, seperti: scrool sosial media dan game online. Selain penjelasan di atas juga, masih banyak lagi permainan tradisonal yang ada di Minangkabau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/CreativeHamdi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU