Sumbar - Jika berbicara soal berbagai macam kesenian yang terdapat di Ranah Minang, maka salah satu bidang seni yang memiliki banyak macam dan peminatnya yaitu bidang tari. Di Minangkabau, terdapat begitu banyak berbagai macam tarian tradisonal, dan digelar baik saat menyambut tamu perhelatan, pernikahan, perpisahan sekolah dan berbagai acara lainnya dan bahkan juga ada perlombaannya. Lalu apa saja macam macam tarian yang ada di daerah ini? berikut ulasannya.
1. Tari Pasambahan
Tarian pertama yang berasal dari daerah ini adalah, tari pasambahan. Pasambahan sendiri, berasal dari kata “persembahan” dalam Bahasa Indonesia. Tarian satu ini, identik digelar saat menyambut tamu, memberi penghormatan kepada tokoh terkenal, atau yang disegani, dan tamu tamu penting nrgara. Tidak hanya itu, tarian satu ini, juga digelar saat penyambutan mempelai pria, acara adat lainnya.
Dalam sistemnya, tarian ini memiliki 9 anggota penari, dan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 2 orang laki laki, yang menunjukan gerakan pencak silat. Kelompok kedua, terdiri dari 4 orang penari perempuan dan kelompok ketiga, terdiri dari 3 orang yang di mana satu pemabawa carano dan 2 pendampingnya.
Baca juga: Bentuk Dukungan Program Indonesia Bebas Sampah 2029: Pemko Padang Serahkan 178 Bentor Sampah
2. Tari Piring
Selnjutnya ada tari piring. Yang berasal dari Kota Solok, Sumatera Barat. Tarian satu ini, merupakan tarian hiburan seetra juga simbol dari budaya Minangkabau. Sesuai dengan namanya, tari piring ini, dibawakan dengan memegang piring di kedua tangan penarinya dan jumlah penari biasanya ganjil antar 3 sampai 7 orang. Dalam gerakannya, tarian ini, akan melibatkan piring yang diayunkan dengan cepat dan teratur tanpa terlepas dari pegangan. Gerakan yang digunakan dalam tarian ini, berasal dari langkah silat Minangkabau. Alat musik, yang mengiringi tarian ini adalah, talempong dan saluang.
3. Tari Galombang
Tarian yang ke tiga adalah tari galombang. berasal dari kata “gelombang”. Tarian inilah, yang memulai kesenian randai pada tahun 1932. Tarain ini biasanya, digelar saat pesta pernilahan ketika menuju pelaminan. Gerakam tarian ini, lincah meniru gelombang laut dengan gerakan kaki dan tangan yang memperlihatkan jurus jurus silat Minangkabau. Dalam hal jumlah penarinya, biasanya ribuan dan terbagi menjadi 2 kelompok.
Tari Gelombang ini, menceritakan pengawalan teman seperguruan silat, untuk seorang pemuda yang akan menuju kampung istrinya dan pengawalan penghulu yang akan menikahkan calon penganti Minangkabau.
4. Tari Payung
Selanjutnya ada tari payung dan biasanya tarian ini, diadakan di acara pernikahan, hiburan dan pentas seni. Tari ini, memiliki Gerakan yang terinspirasi dari kehidupan sehari hari masyarakat. Contohnya seperti, Gerakan perempuan mencari cincin, dengan properti seperi lilin dan payung.
Tari payung ini, dilakukan oleh laki laki dan perempuan, di mana laki laki menggunakan payung dan perempuan menggunakan selendang. Tarian melambangkan kasih sayang terhadap pasangan. Di mana payung melambngkan perlindungan dan tanggung jawab.
5. Tari Indang Badindin
Selanjutnya tari indang badindin, tarian ini juga dikenal dengan tari Indang Minangkabau. Tarian ini, berasal dari daerah Padang Pariaman dan dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada Allha SWT. Tari Indang Badindin, dibawakan oleh 14 orang, yang di mana terdiri dari 13 penari dan satu sebagai pemimpin dzikir. Tujuh dari penari tersebut Adalah laki laki yang disebut “indang”. Sebelumnya, yang menjadi “indnag”. Diberikan bimbingan oleh guru yang mendapat sebutan tukang dzikir. Tarian ini, menggunakan rebana sebagai pengiirng dan berdurasi 30 menit.
Baca juga: Pemko Bukittinggi Launching Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Kepada Warga Penerima Manfaat
6. Tari Tempurung
Tari tempurung merupakan tarian hiburan serta media komunikasi masyarakat di Batu Manjulur, dan diperkenalkan oleh Ali Muhammad, pada 1970 – 1980 dan juga terkenal di Nagari Ayei Dingin Padang Sibusuk. Kemudian pada tahun 1990, popularitasnya menurun, dan tidak digelar lagi oleh masyarakat sekitar. Tarian ini memiliki ciri khas, yaitu menggunakan tempurung, sebagai properti dan juga kostum khas Minangkabau, yang berwarna hitam.
7. Tari Lilin
Kemudian tari lilin, yang terinspirasi dari cerita rakyat tentang seorang gadis yang kehilangan cincin pertunangan, setelah ditiggal kekasihnya. Kemudian untuk mencari cincin itu, gadis tersebut menggunakan lilin di piringnya.
Baca juga: Sinergi Kota Bukittinggi Untuk Menggapai Swasti Saba Wistara : Wujudkan Kota Bukittinggi Sehat
8. Tari Alang Babega
Kemudian ada tari alang babega, tarian satu ini terkesan sederhana. Walaupun begitu, tarian satu ini terkenal sampai ke mancanegara untuk berbagai acara kebudayaan. Tarian ini, terinspirasi dari elang yang mencari mangsa. Memiliki gerakan sederhana, atraktif, dan juga dinmais.
9. Tari Rantak
Tari rantak, tarian ini diilhami oleh pencak silat. Pada tarian ini, menekankan pada ketepatan dan ketegasan gerakan pada penari. Gerakan ini, juga memberikan daya tarik tersendiri. Pada tarian ini, Bunyi yang dihasilkan dari hentakan kaki, berpadu dengan ketegasan gerakan. Tarian rantak ini, dibawakan oelh beberapa orang laik laki dan perempuan, serta kostum yang dipakai berwarna merah lengkap dengan aksesn emas, dan dipadukan juga dengan pakaian berwarna cerah. Musik yang digunakan untuk pengiring, juga dinamis, denagn gerakan tari yang kuat dan tajam serta juga hentakan kaki.
10. Randai
Terakhir randai, randai sendiri merupakan gabungan dari silat dan kaba, dan dipadukan dengan Gerakan serta syair gurindam yang indah.”Kaba” di sini memiliki arti berita yang di bawa pengelana.
Randai ini memiliki satu penari utama, yang tugasnya memberi aba aba kepada penari lain. Randai memiliki tujuan untuk menyampaikan cerita rakyat, yang dilakukan melalui syair serta Gerakan tarian dan dialog di Tengah tarian yang sedang berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tiktok/gadih_minang994