Selasa, 26 AGUSTUS 2025 • 00:11 WIB

Apa itu Penyakit Rabies? Berikut Penjelasan Lebih Lengkapnya

Author

Ilustrasi anjing, salah satu hewan yang menularkan rabies (freepik/aleksandarlittlewolf)

Sumbar- Kasus gigitan anjing liar, yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menjadi perhatian publik. Bagaiman tidak, kasus ini sudah memakan korban, yang di mana terdapat 11 orang korban karena gigitan anjing liarnya ini, dan sudah menjalani perawatan. 

Salah satu yang dikhawatirkan dari gigitan anjing liar, selain luka yang parah juga penyakit rabies, yang di mana rabies ini, merupakan hal serius yang tidak bisa dianggap sepele. Lalu apa sebenarnya yang penyakit rabies itu? Bagaimana dengan gejala dan cara penanganannya? Berikut akan diulas lebih lanjut.
Apa Itu Rabies?

Baca juga: Sumatera Barat Dapat Penghargaan Nasional Perhutanan Sosial 2025 : Berikut Ulasannya!

Rabies merupakan penyakit infeksi yang terjadi pada otak serta sistem saraf, yang di mana biasanya virus penyebab rabies menular ke manusia melalui gigtan hewan seperti anjing, kelelawar, monyet, sigung, dan kucing. Di Indonesia, penyakit ini, juga memiliki nama lain yaitu “penyakit anjing gila”. Penyakit rabies ini, bisa berujung kematian jika tidak dilakukan penanganan tepat dan cepat. Lalu bagaiman gejala rabies ini muncul dan penanganannya? Berikut ulasannya di bawah ini.

Penanganan Terhadap Penyakit Rabies

Dalam penyakit rabies ini sendiri, ada 2 cara penanganannya, sesuai dengan kondisi masing masing penderita.

1.    Kesembuhan Sebelum Gejala Muncul 

Baca juga: Bentuk Dukungan Program Indonesia Bebas Sampah 2029: Pemko Padang Serahkan 178 Bentor Sampah

Pertama yaitu sebelum gejala muncul pada korban, dengan melakukan vaksinasi rabies, pasca paparan. Vaksinasi ini harus segera diberikan, setelah korban terkena gigitan hewan liar, atau yang berpotensi rabies seperti yang disebutkan di atas tadi. Vaksin ini, paling efektif diberikan dalam kurun waktu 24 jam, setelah terjadinya gigitan.

2.    Kesembuhan setelah gejala muncul

Kemudian ada juga kesembuhan setelah gejala muncul. Jika korban yang terpapar gigitan hewan tersebut tidak segera ditangani sampai gejala gejala rabies muncul, maka ini akan semakin beresiko dan harus ditindaklanjuti. Pada tahap ini, yang dilakukjan adalah perawatan paliatif. Yaitu perwaatan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan agar membuat pasien lebih nyaman. Sejauh ini, belum ditemukan penanganan yang efektis, untuk rabies, setelah munculnya gejala.

Pencegahan Rabies

Ada cara yang bisa kita terapkan, untuk mencegah terjadinya rabies ini, yaitu dengan melakukan vaksinasi terhadap binatang peliharaan, seperti: anjing, kucing dan lainnya. Vaksinasi hewan ini, bisa mencegah berbagai penyakit termasuk rabies, yang bisa menular kepada kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tiktok/nusantarapetscare

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU