Kerap Terjadi Tawuran di Kota Padang, Berikut Penyebab dan Cara Yang Bisa Diterapkan Untuk Mengatasinya
Sumbar - Aksi tawuran akhir akhir ini, kerap terjadi di Kota Padang Sumatera Barat. Bahkan dalam beberapa hari ini, tawuran antar remaja pecah di Jl.By Pass Kota Padang. Hal seperti ini, harus menjadi perhatian khusus oleh semua orang, baik dari aparat kepolisian, orang tua, peran guru, dan semua masyarakat, harus ikut andil dalam mengatasi dan mencegahnya. Agar kejadian seperti ini, tidak terulang lagi.
Baca juga: Spot Hidden Gem di Kota Padang : Cocok Buat Healing Dengan Budget Kecil
Tawuran ini memiliki dampak yang sangat fatal, baik kepada pelaku sendiri maupun orang lain. Bahkan tidak jarang, sampai memakan korban jiwa. Oleh karena itu, dibutuhkan pemberian edukasi dan contoh yang baik, terhadap anak anak sekolah, agar tidak terjerumus ke berbagai hal yang berbau negatif. Lalu apa saja penyebab terjadinya tawuran ini, dan cara mengatasi aksi tawuran ini? berikut penjelasannya di bawah ini.
Berbagai macam penyebab tawuran
Baca juga: Tips Belajar Bahasa Inggris yang Wajib Dicoba: Berikut Ulasannya
1. Ada rasa tidak mau kalah
2. Faktor senioritas
3. Kecemburuan sosial
4. Memperebutkan kekuasaan
5. Merasa lawan lebih hebat
6. Iseng iseng
7. Arogansi
8. Terpaksa (tidak dibenarkan)
Cara mengatasi tawuran
1. Memberi efek jera
Hal pertama yang bisa dilakukan, adalah dengan memberikan efek jera kepada pelaku tawuran ini. Perlu diingat juga, pemberlakuan ini, merupakan tindakan yang sedikit keras dan memaksa, dan dilakukan oleh pihak berwajib, yaitu kepolisian. Tapi pemberian efek jera ini, diharapkan semua pelaku tawuran tidak akan mengulangi perbuatan yang serupa di kemudian hari.
Baca juga: Mengenal Terapi Bekam, Yang Kaya Akan Banyak Manfaat Buat Kesehatan: Berikut Uraiannya
2. Pemberian penyuluhan secara efektif
Kemudian pemberian penyuluhan secara efektif, kepada pelaku dengan tujuan menyadarkan mereka atas tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sehingga, mereka sadar bahwa tindakan tersebut salah. Dalam hal ini, aparat keamanan harus bisa menumbuhkan kesadaran kepada pelaku tawuran.
3. Memberikan ruang positif
Terakhir pemberian ruang positif kepada pelaku, kegiatan ini mempunyai tujuan untuk menggali berbagai potensi yang ada di dalam diri mereka masing masing. Dengan adanya fasilitas ruang positif ini, maka bisa mengalihkan mereka dari aksi tawuran dan mengarahkan mereka kepada berbagai macam hal yang ositif, yang menguntungkan kepada diri mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tribratanews.sulut.polri.go.id/