Stasiun Non Aktif di Sumbar dan Pemanfaatannya Saat ini: Mulai Dari Tempat Kuliner dan Wisata
Sumbar - Sumatera Barat memiliki banyak stasiun kereta api, baik yang masih aktif maupun yang non aktif. Buat stasiun yang masih sampai saat ini, selalu beroperasional setiap harinya dan dinikmati oleh berbagai masyarakat, sebagai pilihan moda trasnportasi umum. Baik untuk pergi sekolah, kuliah, kerja ataupun sekedar pergi liburan antar daerah dan kota yang ada di Sumbar.
Berbicara soal stasiun non aktif yang ada di Sumbar, ada alasan yang melatar belakangi mengapa stasiun ini dinonaktifkan. Baik karena sudah tidak adanya operasional kereta api di daerah tersebut dan hal lainnya. Walaupum begitu, sampai saat sekarang ini berbagai stasiun non aktif tersebut masih terawat bangunannya yang dikelola oleh PT. Kereta Api Indoneia atau PT.KAI. Walaupun saat ini beberapa tanah dan lahan ditempati masyarakat untuk disewa, akan tetapi kepemilikannya masih di bawah PT.KAI.
Pastinya kita akan bertanya tanya dan penasaran, nasib stasiun kereta api yang non aktif ini. Walupun tergolong tidak beropersional, akan tetapi stasiun ini masih dirawat dan dialih fungsikan untuk berbagai keperluan masyarakat umum. Berikut di bawah ini, akan dipaparkan macam macam stasiun non aktif yang ada di Sumbar, yang dialihkan untuk berbagai ruang publik atau fasilitas umum.
Stasiun Non Aktif di Sumbar dan Alih Fungsinya Saat Ini
1. Stasiun Kereta Api Sawahlunto Menjadi Objek Wisata Museum Kereta Api
Stasiun Kereta Api yang berada di Kota Sawahlunto ini, sudah terbilang cukup lama non aktif. Kota ini juga terkenal akan kota penghasil Batubara yang terkenal sejak zaman kolonial Belanda. Sekilas jika berbicara soal stasiun kereta api yang ada di Kota Sawahlunto ini, pasti hal pertama yang terlintas adalah Lokomotif Mak Itam, yang terkenal dan merupakan kebanggan masyarakat Kota Sawahlunto. Walaupun stasiun kereta api di kota ini sudah tidak aktif, akan tetapi dimanfaatkan sebagai museum, yaitu Museum Kereta Api Sawahlunto.
Museum ini didirkan pada 17 Desember 2005. Di museum ini ada begitu banyak sejarah yang kita temui, yang ditata rapi di bagian dalamnya. Baik berupa foto lengkap dengan narasi, lokomotif, gerbong KA, dan berbagai barang peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kereta api. Juga terdapat miniature atau replika kereta api. Baik dari lokomotif, gerbong, rel dan lainnya, yang terpampang rapi.
Lokasi: Jl. A. Yani, Pasar, Lembah Segar Kota Sawahlunto
2. Stasiun Kereta Api Payakumbuh jadi Caffe
Staisun non aktif selanjutnya adalah berada di Kota Payakumbuh. Stasiun di kota ini dialihkan menjadi tempat kuliner, yaitu Station Pajacombo. Walupun dialihfungsikan menjadi caffe, akan tetapi kesan stasiun dan bangunannya tetap dan tidak berubah dari bangunan zaman dulu. Sehingga saat kita nongkrong untuk makan di siini, kita masih bisa merasakan vibes ala ala di stasiun kereta api tempo dulu. Lokasinya yang strategis dan juga ditata secara rapi dan penuh akan nilai nilai estetika.
Lokasi: Jl. Soekarno Hatta, Parit Rantang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Tiktok/Ssucipermata