Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 10:47 WIB

Mengenal Asal Usul Nama Kota Bukittinggi: Mulai Dari Perubahan Nama Saat Zaman Kolonial Belanda Lengkap Dengan Fakta Kota Bersejarah Ini

Author

Jam Gadang ikon Kota Bukittinggi. Kota yang memiliki asal usul nama kota yang panjang (sumbar.jadesta.com)

Sumbar - Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki banyak sejarah. Baik sebelum, saat dan sesudah berhasil merebut kemerdekaan. Kota ini memiliki banyak julukan. Mulai dari kota perjuangan, kota wisata dan juga mendapat julukan sebagai Paris Van Sumatera. 

Berbicara soal asal usul nama Kota Bukittinggi sendiri, nama kota ini juga sempat mengalami perubahan nama saat datangnya Kolonial Belanda di tanah kota ini. Pemberian nama kota saat zaman Kolonial Belanda ini, juga didasari oleh beberapa alasan. 

Kota Bukittinggi ini dari sejak lama sudah menjadi pusat perdagangan masyarakat. Hal ini dikarenakan lokasi kota yang terletak strategis  dan juga didasari dari segi geografis kota ini. Kemudian saat Kolonial Belanda menguasai kota ini, maka terjadi beberapa perubahan dan juga dibangunnya berbagai bangunan dan benteng di kota ini. Dari sini Pemerintah Kolonial Belanda, mulai memberi nama daerah kota Bukittinggi, yaitu bernama Fort De Kock 

Baca juga: Menjelajahi Pesona Danau yang Ada di Sumbar: Surganya Pecinta Wisata Alam

Fort De Kock Sebagai Nama Kota Saat Zaman Kolonial Belanda 

Saat Pemerintah Kolonial Belanda memasuki daerah ini, tepatnya pada tahun 1825, Kolonial Belanda membangun sebuah benteng yang diberi nama Fort De Kock. Ini juga sebagai bentuk dari suatu penghormatan kepada Letnan Gubernur Jendral Hendrik Merkus De Kock. Dari sini lah kota ini diberi nama Fort De Kock pada awalnya. 

Dari awal diberi nama Fort De Kock, kota ini akhirnya berkembang juga menjadi pusat pemerintahan dan juga berjalannya kegiatan ekonomi di Provinsi Sumbar. Hal ini juga yang membuat kota ini, penuh akan berbagai sejarah peninggalan zaman penjajahan. 

Asal Mula Nama Kota Bukittinggi 

Perubahan Nama Berdasarkan Letak Geografis 

Fort De Kock secara geografis terletak di dataran tinggi yaitu berkisar 930 mdpl di atas permukaan laut. Fort De Kock ini memiliki udara yangs ejuk, adem dan juga cocok sebagai tempat pemukiman dan pertahanan. 

Dari sini juga, penduduk pribumi memberi atau merubah nama Fort De Kock ini menjadi Kota Bukittinggi. Bukittinggi ini terdiri dari 2 suku kata, yaitu “Bukit” dan “tinggi”. Nama Kota Bukittinggi ini mulai resmi dipergunakan saat abad ke 20. 

Baca juga: Cari Coworking Space Buat Keperluan Kerja dan Kuliah? Berikut Jawabannya: Rekomendasi Coworking Cozy di Kota Padang

Fakta menarik Kota Bukittinggi 

Dari mulai Bernama Fort De Kock sampai sekarang, kota ini memiliki berbgaia macam sejarah dan ikut serta memperjuangkan kemerdekaan Inonesia. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pahlawan pahlawan yang berasal dari kota ini, termausk juga Wakil Presiden RI yang pertama yaitu Muhammad Hatta. Berikut beberapa fakta menarik kota ini. 

1. Menjadi Ibukota Sementara RI Saat Masa PDRI 
Kota Bukittinggi ini sempat menjadi Ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia atau PDRI. Hal ini dikarenakan Kota Yogyakarta yang saat itu, telah jatuh ke tangan Kolonial Belanda dan diasingkannya Soekarno Hatta. Oleh hal tersebut, Syarifuddin Prawiranegara diperintahkan untuk mendirikan pemerintahan darurat di Kota Bukittiggi. Agar pemerintahan terus berjalan dan tidak terjadi kekosongan pemerintahan. 

Baca juga: Program Pulang Basamo Akan Dibuka: Berikut Informasi Penting yang Harus Diketahui Calon Pemudik

2. Dijuluki Kota Perjuangan 
Kota Bukittinggi ini juga dijuluki dengan kota perjuangan. Dengan berlatar belakangi banyaknya peran kota ini saat merebut dan sesudah kemerdekaan. Terutama pada masa masa PDRI 

3. Jam Gadang Sebagai Hadiah Dari Ratu Belanda 
Jam Gadang yang merupakan ikon kebanggaan di Kota Bukittinggi ini, merupakan hadiah dari Ratu Belanda kala itu. Jam Gadang ini merupakan kembaran Big Ben yang ada di London, yaitu memiliki mesin jam yang sama dan hanya ada 2 di dunia. Jam Gadang ini, juga smepat mengalami 3 kali perubahan di bagian atasnya. Baru baru ini,Jam Gadang juga telah resmi menjadi cagar budaya nasional 

4. Memiliki Julukan Kota Wisata 
Kota Bukittinggi ini, memiliki julukan sebagai kota wisata. Hal ini di karenakan banyaknya objek wisat di kota ini dan menjadi tujuan wisatwan untuk pergi berlibur, saat musim liburan datang. Seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata geopark dan wisata lainnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU