Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 23:07 WIB

Tradisi Menyambut Ramadhan di Solok Yaitu Basidakah Limau Kinari: Memberi Makna Ramadhan Dengan Kebersamaan dan Kedamaian

Author

Tradisi Menyambut Ramadhan di Solok Basidakah Limau Kinari (instagram/kominfosumbar)

Sumbar - Bulan Ramadhan 1447 H Tahun 2026, akan disambut dalam beberapa minggu lagi. Artinya di berbagai daerah di Indonesia saat ini akan dan sedang mempersiapkan berbagai macam penyambutan dan juga jual beli mereka di bulan yang suci ini. Salah satunya berbagai macam tradisi menyambut Ramadhan, yang ada di Kota Solok, Sumatera Barat. 
Kota ini memiliki berbagai macam tradisi menyambut Ramadhan, yang dilakukan bersama sama. Salah satunya yaitu tradisi Basidakah Limau Kinari. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan tradisi ini? bagaimana tata cara dan makna dari tradisi ini? Berikut di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut 

Tradisi Menyambut Ramadhan Basidakah Limau Kinari 

Tradisi Basidakah Limau Kinari merupakan suatu tradisi yang berasal dari Nagari Kinari, Kota Solok Sumatera Barat. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada satu hari sebelum masuknya bulan Ramadhan, di setiap tahun. Dengan tujuan untuk saling memaafkan antar sesama, mempererat lagi hubungan silaturahmi antar warga sekitar.  

Dalam tradisi ini nantinya, ada beberapa acara lain, seperti: makan bersama, saling memaafkan, membuat kue khas dari daerah tersebut dan mempersiapkan janur yang diperuntunkan untuk keluarga yang sudah meninggal dunia. 

Baca juga: Sejarah Singkat Nagari Pariangan: Nagari Tertua dan Terindah di Minangkabau yang Masuk Satu Dari Lima Desa terindah di Dunia

Tata Cara Tradisi Basidakah Limau Kinari

Tradisi ini akan di mulai dengan membuat “pucuak” yang dibuat dari daun kelapa muda dan kemudian dirangkai sampai menyerupai janur. Jnaur ini nantinya akan dibawa ke tempat pelaksanaan acara Basidakah Balimau Kinari ini. 
Kemudian semua perempuan, akan bekerjasama membuat kue khas daerah Nagari Kinari, yaitu kue putu serta juga menyiapkan limau (jeruk) yang teridiri dari berbagai jenis, daun pandan, dan juga bunga mawar yang telah dipotong potong, direndam dan dileatkakan dalam satu tempat. 

Baca juga: Resmi masuk Cagar Budaya Peringkat Nasional! Jam Gadang dan SMAN 2 Bukittinggi: 2 Bangunan Bersejarah di Kota Dengan Julukan Kota Perjuangan

Jika semuanya sudah beres, maka sore hari semua warga akan mendatangi tempat acara Basidakah Balimau ini dilaksnakan. Acara ini biasanya juga akan dihadiri oleh petinggi petinggi nagari setempat. Acara akan dimulai dengan nasihat dari pemuka adat Nagari Kinari, memakan kue yang sudah disiapkan dan disajikan, dan kemudian pucuak tadi, akan dibawa ke makam makam anggota keluarga yang telah berpulang ke Rahmatullah. Setelah itu dilanjutkan dengan shalat tarawih. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU