Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 23:04 WIB

Dikukuhkan Menjadi Pahlawan Nasional Berikut Pemaparan Singkat Sosok Rahmah El Yunusiyyah: Perempuan Asli Minangkabau Pelopor Pendidikan Perempuan

Dikukuhkan Menjadi Pahlawan Nasional Berikut Pemaparan Singkat Sosok Rahmah El Yunusiyyah: Perempuan Asli Minangkabau Pelopor Pendidikan PerempuanUpacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasioal 2025 (youtube/Sekretariat Presiden)

Sumbar - Pada tanggal 10 November 2025 kemaren, yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional yang senantiasa diperingati di setiap tahunnya di seluruh daerah dan kota di Indonesia. Hari tersebut, diperingati untuk mengenang jasa jasa semua pahlawan, yang telah berjuang untuk bangsa dan negara tanah air tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Di mana peran dan pengorbanannya kepada Indonesia begitu besar, sebagai bukti cinta akan tanah air dan keinginan untuk merebut kemerdekaan. Oleh sebab itu, sebagai bagian dari bangsa ini, sudah sepatutnya kita memperingati, menghormati, meneruskan, mempertahankan semangat semua pahlawan. 

Baca juga: Memgenal Batagak Panghulu: Salah Satu Upacara Adat Ynag Ada di Minangkabau

Berbicara soal pahlawan nasional, tepat pada 10 November 2025 kemaren, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, juga telah mengukuhkan beberapa tokoh yang telah gugur, baik dari berbagai latar belakang, seperti mantan Presiden, aktivis, dan pejuang lainnya sebagai pahlawan nasional. Salah satu yang dikukuhkan yaitu, Rahmah El Yunusiyyah. Lalu siapakah sebenarnya sosok beliau, dan alasan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional.? Berikut penjelasannnya di bawah ini. 

Rahmah El Yunusiyyah

Identitas dan Latar Belakang Keluarga 

Rahmah El Yunusiyyah merupakan Perempuan asli  Minangkabau, tepatnya dia lahir pada Jumat, 1 Rajab1318 Hijriah, di Kota Padang Panjang. Ayahnya merupakan seorang Ulama besar yaitu, Syekh Muhammad Yunus dan ibunya Rafiah. Dia merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Semasa kecilnya Rahmah El Yunusiyyah, tidak pernah menginjak pendidikan formal, dia mendapatkan pelajaran, seperti membaca huruf arab -latin, dan menulis dari sang kakak. 

Awal Mula Perjuangan

Rahmah El Yunusiyyah menjadi pelopor pendidikan Indonesia bagi kaum perempuan. Perjalanannya di mulai saat dia sudah menikah, dan tepatnya pada tanggal 01 November 1923, di tanah kelahirnnya yaitu Kota Padang Panjnag, dia mendirikan ruang Pendidikan agama, khusus untuk anak perempuan, dan merupakan yang pertama di Sumatera dan Indoensia. Sekolah yang dididrikan ini, diberi nama Al Madrasatul Diniyah, dan dipimpin langsung oleh dirinya. 

Pada tahun 1924 dia mendirikan sebuah sekolah, yang dikhusukan untuk wanita wanita yang buta huruf, dan sekolah yang didirkan ini juga dilengkapi dengan berbagai keterampilan untu semua wanita, seperti menjahit. Kemudian pada tahun 1933, dia membentuk Perikatan Guru Guru Agama Putri Islam, yaitu PG API dan diketuai langsung oleh Rahmah El Yunusiyyah. 

Baca juga: Kiat Sosialisasi Pemko Padang Soal Perda Trantibum Baru: Berikut Selengkapnya

Pada tahun 1935 Wakil Kaum Ibu Sumatera Barat ke kongres Perempuan Indonesia ini, di Batavia atau Jakarta, dia memperjuangkan mengenai kerudung pada saat kngres tersebut. Lalu pada tahun 1938, dia menghadiri juga Kongres Perempuan Indoensia, di Kota Bandung. Pada tahun April, diundang lagi menghadiri Kongres Persatuan Ulama seluruh Aceh. Lalu 2 Oktober 1945, dia mempelopori pembentukan tantara keamanan rakyat, dan pada tahun 1946, diubah namanya menjadi Tentara Rakyat Indoensia.

Pada 7 Januari 1949, dia ditangkap Belanda ketika ikut bergerilya, lalu pada bulan Oktober dengan statusnya sebagai tahanan kota, dia diundang ke Yogyakarta untuk mrnghadiri kongres Pendidikan antar Indonesia, mewakili Suamtera. Pada 01 Maret, 1956 Rahmah El Yunusiyyah, terpilih sebagai anggota DPR, untuk daerah pemilihan Sumatera Tengah, dari Partai Masyumi. Saat dia menunaikan ibadah haji, dia juga menyempatkan diri untuk mengadakan kunjungan ke berbagai negara di Mesir, Syria, Lebanon, dan Irak, atas undangan negara tersebut. 

Gelar 

Atas dedikasinya terhadap pendidikan perempuan dan perjuangan dia, Rahmah El Yunusiyyah mendapat gelar Syaikah dari Universitas Al-Azhar Kairo. 
Tahun Meninggal 

Pada 26 Februari1969 Masehi, Rahmah El Yunusiyyah tutup uisa di umurnya yang ke 69 tahun dan makmnya berada di samping Gedung perguruan Diniyah Putri 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diniyyah Channel

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dikukuhkan Menjadi Pahlawan Nasional Berikut Pemaparan Singkat Sosok Rahmah El Yunusiyyah: Perempuan Asli Minangkabau Pelopor Pendidikan Perempuan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!