Museum Replika Istana Basa Pagaruyuang (dok istimewa)
Sumbar - Bagi masyarakat Minangkabau pasti sudah tidak asing lagi dengan Istana Basa Pagaruyuang. Istana ini merupakan tempat berdirinya kepemimpinan Kerajaan Pagaruyuang. Saat ini begitu banyak peninggalan yang ada di museum ini dan menjadi salah satu wisata sejarah favorit di Sumatera Barat. Buat penjelasan lebih lanjut, di bawah ini akan dijelaskan sejarah dan fakta dari Istana Basa Pagaruyuang.
Istana Basa Pagaruyuang didrikan pada abad ke 17 dengan tujuan sebagai tempat pusat pemerintahan Kerajaan Pagaruyuang saat itu. Istana didirikan oleh Raja Adityawarman. Istana Basa Pagaruyuang ini merupakan rumah gadangnya Koto Piliang, dan juga pusat sistem aristokrat, Raja Ibadat, Raja Alam dan Raja Adat.
Sayangnya istana ini dilanda kebakaran pada tahun 1804, saat terjadinya perang padri. Istana ini sudah 3 kali mengalami kebakaran, dan terakhir pada 2013. Dari kebakaran pertama sampai terakhir, istana ini dibangun kembali replikanya, dan rekonstruksi terakhir pada tahun 2013.
Baca juga: Pemko Bukittinggi Berikan Bantuan Seragam Sekolah Buat Tingkat SD sampai SMP Swasta
Buat lokasi tempat istana Basa Pagaruyuang yang asli berlokasi di atas Bukit Batu Patah. Sedangkan buat rekonstruski dan pembangunan kembali replika istana basa pagaruyuang ini, dibangun di Kabupaten Tanah Datar. Saat ini replika istana pagaruyuang telah menjadi museum dan wisata sejarah di Sumbar.
Museum istana basa pagaruyuang ini adalah tempat yang menyimpan berbagai macam koleksi koleski Kerajaan Istana Basa Pagaruyuang dan juga koleksi koleksi lainnya. Seperti berbagai macam senjata tradisional minang, berbagai macam alat music, perallatn rumah tangga dari kermaik, artefak Kerajaan, dokumen Sejarah, baju adat untuk disewa pengunjung dan masih banyak lagi.
Ada sedikit perbedaan antara kedua bangunan ini. Di mana Istana Basa Pagaruyuang asli memiliki keunikan di mana dibangun tidak menggunakan beton dan tidak menggunakan paku sediktipun. Memakai batang batang kayu. Sedangkan untuk replikanya sudah menggunakan struktur beton dalam pembangunannya.
Walaupun begitu kedua istana ini masih memiliki persamaan dalam hal ukirannya. Yaitu masih mempertahankan teknik tradisional serta material kayu yang juga dihiasi 60 ukiran yang menjelaskan filosofi budaya Minangkabau. Istana Basa Pagaruyuang ini, memiliki tingkat 3 lantai lengkap dengan 72 tiang serta gonjong. Hal ini sama persis seperti Rumah Gadang Sumbar serta juga lengkap dengan 100 replika furnitur dan juga artefak anting khas Minangkabau.
Lokasi: Jl. Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyuang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Jam Operasional: Senin – Minggu (08:00 – 18:00)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan