Danau Tarusan Kamang danau yang ada di Kabupaten Agam (website/disparpora.agamkab.go.id)
Sumbar - Jika berbicara soal danau yang ada di Sumbar untuk tujuan wisata, maka ada begitu banyak rekomendasi danau yang bisa kita temui di berbagai daerah. Tentunya setiap danau yang ada menawarkan keindahan dan keunggulan masing masing. Bagi pecinta alam atau yang suka fotografi, maka danau kerap menjadi pilihan mereka buat healing atau hunting foto, dari berbagai angle.
Danau yang ada di Provinsi Sumbar ini, menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Selain udaranya sejuk, juga menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan serta memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya danau yang ada di Tilatang Kamang, atau yang dikenal juga dnegan Danau Tarusan Kamang. Lalu hal menarik dan fakta apa saja yang ada di danau ini? Berikut akan dijelaskan lebih lengkapnya
1. Air Danau yang Hanya Ada ketika Waktu Tertentu Saja
Danau Tarusan Kamang ini berlokasi di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kabupaten Agam Sumbar. Mengapa danau ini banyak dibilang unik dikarenakan air danaunya yang hanya ada ketika datangnya musim tertentu. Ketika datang musim kemarau, maka air di danau ini akan hilang dan menjadi padang rumput yang begitu luas. Beda halnya ketika datang musim hujan, maka air Danau Tarusan Kamang ini akan muncul kembali.
Ahli Geologi asal Indonesia, Andang Bachtiar pernah melakukan penelitian soal keajaiban yang terjadi di Danau Tarusan Kamang ini. Dia menemukan satu fakta menarik, bahwa danau ini mempunyai zona patahan di bagian Sumatera Bagian Timur. Hal ini yang menjadi alasan mengapa air pada danau ini bisa mengering dan datang pada waktu tertentu.
2. Lokasi Syuting Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Fakta berikutnya dari danau ini, pernah menjadi lokasi tempat syutingnya salah satu film yang terkenal juga, yaitu film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” pada tahun 2013 lampau.
Baca juga: Mengulas Situs Sejarah Benteng Marapalam: Saksi Pengkhianatan di Balik Janji Perdamaian
Berbalik dari fakta mengenai air danau ini, maka terdapat 2 pilihan bagi kita jika ingin berkunjung ke sini. Jika ingin melihat air danaunya, maka pada musim hujan menjadi pilihan yang tepat untuk pergi ke dnaau ini. Atau saat musim kemarau, maka lahan danau ini akan berubah menjadi padang rumput yang luas. Danau yang berada di Kabupaten Agam ini, memiliki jarak tempuh lebih kurang 43 menit atau 16 km dari pusat Kota Bukittinggi , dengan menaiki kendaraan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan