Jembatan Kembar Padang Panjang Pascabencana Banjir Bandang (dok istimewa)
Sumbar - Bencana hidrometeorologi yang menimpa Provinsi Sumatera Barat, yang terjadi pada pada bulan November 2025 lampau mengakibatkan banyaknya jatuh korban jiwa, rusaknya bermacam fasilitas umum, rumah warga, bangunan dan macam macam infrastruktur di dawrah yang terdampak. Pascabencna tersebut, pihak dari pemerintah dan pihak lainnya, sudah banyak membantu berbagai upaya rekonstruksi dan perbaikan serta juga donasi yang dilakukan guna pemulihan titik terjadinya banjir bandang atau galodo ini.
Sebagai bentuk pengingat dan mengenang tragedi bencana galodo (banjir bandang) ini, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membangun monumen Galodo (banjir bandang). Pembangunan monumen pengingat bencana hidrometeorolgi ini, dibangun di Jembatan Kembar Kota Padang Panjang. Sebagaimana diketahui juga, Jembatan Kembar Padang Panjang juga menjadi salah satu titk terjadinya banjir bandang atau galodo ini.
Di mana mengakibatkan banyaknya jatuh korban jiwa. Baik disekitar area Jembatan Kembar, rumah dan kios kios yang hanyut terbawa arus banjir bandang dan juga korban jiwa yang ada di daerah lain pascabencana ini.
Baca juga: Penataan dan Renovasi Rumah Tan Malaka Akan Segera Dilaksanakan Oleh Kementrian Kebudayaan
Kegiatan pembangunan Monumen Galodo ini, juga terus dilakukan pada Jumat, 26 Juni 2026 di Kota Padang Panjang. Di mana diketahui juga, monumen ini dibangun dari batuan bekas longsoran yang berada di lokasi bencana tersebut. Tidak hanya itu saja, pada monumen galodo ini, juga turut diukir semua nama nama korban yang menajdi korban bencna hidrometeorologi (galodo) ini.
Hal ini sebagai pengingat dan juga mengenang, bencana yang tidak hanya terjadi di provinsi Sumatera Barat saja. Akan tetapi bencana ini juga terjadi di daerah lain. Yaitu Provinsi Sumatera Utara dan juga Aceh Semoga segala bentuk perbaikan, rekonstruksi dan pembangunan semua pascabencana ini, bisa segera terselesaikan. Baik dri hunian, jalan infrastruktur, rumah, sekolah dan lainnya.
Serta untuk masyarakat yang kegiatan perekonomiannya sempat terhenti, baik karena tempat usaha yang terbawa arus ataupun lahan pertanian yang hanyut terbawa arus. Bisa segera pulih dan bekerja lagi. Sehingga rutinitas dan pereknomian mereka bisa berjalan seperti semula kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan