Ilustrasi Ramadhan (Freepik/freepik)
Sumbar - Bulan suci Ramadhan, merupakan bulan yang pebuh berkah. Pada bulan ini, ada begitu banyak amalan dan keistimewaan yang bisa kita amalkan. Seperti memperbanyak ibadah, bersedkah, dan lainnya. Bahkan saat bulan Ramadhan, setan setan akan dikurung oleh Allah SWT, agar umat islam tidak tergoda akan berbagai hal, yang bisa saja membatalkan ibadah puasa.
Salah satu hal yang berkaitan dengan bulan puasa adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah, saat memasuki waktu berbuka puasa. Lalu apa sajakah itu? Serta bagaimana anjurannya tentang mendahulukan shalat magrib atau langsung berbuka dengan makanan berat.? Di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut.
1. Menyegerakan berbuka Puasa
Sunnah yang pertama adalah, saat sudah masuk waktu berbuka puasa maka bersegeralah menyegerakan bebruka puasa. Hal ini juga tertuang dala hadits berikut ini.
“Manusia akan sennatiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR. Bukhari, no. 1957; Muslim, no. 1098)
Dalam hadits di atas, sudah dijelaskan bahwasanya menyegerakan bebruka puasa merupakan suatu kebiasaan yang akan mendatangkan keberkahan dan juga kebaikan
2. Berbuka dengan yang Manis Manis ( Kurma atau Air)
Poin selanjunta adalah berbuka puasalah dnegan yang manis manis, seperti kurma atau air putih. Hal ini juga sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW, saat berbuka puasa. Ketika tidak ada kurma, maka Rasulullah akan meminum air putih. Dari Anas bin Malik RA, dia berkata
“Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beebrapa butir kurma basah sebelum sholat. Jika tidak ada, beliau berbuka dnegan kurma kering. Jika tidak ada juga, beliau meminum beberapa teguk air” (HR. Abu Dawud, no. 2356)
Hal ini dkarenakan buah kurma mengandung gula alami yang cepat menggantikan energi tubuh. Sedangkan air bisa membantu menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
3. Membaca Doa Berbuka
Selanjutnya Rasulullah SAW, juga mengajarkan adanya doa sebelum berbuka. Salah satu doanya yiatu
“Allahumma laka Shumtu wa bika aamantu wa’ alika tawakkaltu wa ‘alarizqika aftarthu”
Artinya:
“Ya Allah, karena Mu, aku berpuasa, kepada Mu, aku beriman, kepada MU aku bertawakal, dan dnegan rezeki Mu aku berbuka” (HR. Abu Dawud, no 2358)
Adapun juga doa lainnya, yaitu
“Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabata al-ajru in syaa Allah”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Baznas Yogyakarta Website