Ilustrasi belanja perlengkapan lebaran (Freepik/freepik)
Sumbar - Dalam menyambut Hari Raya idul fitri, pastinya ada begitu banyak perlengkapan yang akan dipersiapkan. Mulai dari aneka kue lebaran, baju lebaran, pernak pernik lebaran dan lain lainnya. Terkadang dalam memblei semua perlengkapan ini, kita sering membeli dalam jumlah yang berlebihan melampaui kebutuhan.
Maka hal inilah yang menjadi penyebab kita menjadi tekor. Selain itu adanya banyak aneka produk yang menarik, dan memanjakan mata, juga membuat kita jadi boros dan merasa harus mempunyai barang tersebut. Oleh sebab itu, dalam bebelanja sendiri, kita harus menentukan kebutuhan dan keinginan. Dalam hal ini juga dikenal dengan istilah skala prioritas. Berikut akan dijelaskan apa itu skala prioritas dan cara mengatur berbelanja perlengkapan Idul Fitri, dengan skala prioritas ini.
Skala priortias adalah konsep keuangan di mana kita akan menyusun kebutuhan sesuai dengan tingkat kepentingan. Dalam melakukannya, kita perlu mengalokasikan anggaran yang sudah ada, untuk dibagi menjadi beberapa tingkat kebutuhan sehari hari ataupun untuk jangka panjang.
Baca juga: Berikut Standar Nominal Besaran THR Buat Anak Anak
Dengan menerapkan skala priortias ini dalam berbelanja perlengkapan Hari Raya Idul Fitri, maka kita tidak akan mengalami tekor dan kewalahan. Sehingga anggaran kita masih tersimpan dan mencukupi, untuk kebutuhan lain lainnya.
Setelah kita memahami dan mengatur skala priortias. Selanjutnya kita akan menerapkannya dalam membeli barang untuk perlengkapan lebaran ini. Yaitu mulai kebutuhan primer, sekunder dan tersier berikut penjabarannya.
1. Kebutuhan Primer
Pertama adalah kebutuhan primer. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan barang harian yang perlu segera dibeli. Seperti bahan bahan pokok harian dan lainnya. Dalam menyambut lebaran, kita bisa menyesuaikannya dengan keperluan yang benar benar mendesak.
Misalkan jika kita sudah memerlukan untuk membeli baju atau sepatu, maka kita bisa membeli barang tersebut terlebih dahulu sebelum barang lainnya. Selain itu persiapan kue lebaran juga termasuk dalam kebutuhan primer. Kemudian jika sudah, baru kita lihat berdasarkan list yang sudah kita buat sebelumnya. Mulai dari tingkat kebutuhan paing mendesak smapai yang tidak mendesak.
2. Kebutuhan Sekunder
Berikutnya adalah kebutuhan sekunder. Di mana tingkatannya di bawah tingkatan primer dan masih terbilang penting. Dalam kebutuhan sehari hari, kebutuhan sekunder ini bisa meliputi perlengkapan sekolah/kuliah/kerja. Seperti laptop, alat tulis, kendaraan dan lain lainnya. Di mana kebutuhan itu harus segera dipenuhi.
Pada saat lebaran, kita bisa menyesuaikan keperluan sekunder ini untuk barang barang yang masih dikategorikan penting. Contohnya seperti skincare, makeup, pengharum ruangan, alat alat keebrsihan di rumah, tempat kue dan lain lainnya.
Baca juga: THR PNS, PPPK PW di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Dicairkan: Berikut Ulasannya
3. Kebutuhan Tersier
Berikutnya adalah kebutuhan teriser, yaitu kebtuhan akan barang barang mewah atau keinginan bukan kebutuhan. Dalam hal ini bukan berbarti tidak boleh, atau tidak dianjurkan untuk membeli. Akan tetapi kita bisa memilihanya mana yang rasanya benar benar kita inginkan saat itu juga atau akan dikenakan saat lebaran nanti. Dalam kehidupan sehari hari, kebutuhan teriser ini bisa meliputi perhiasan, hiburan dan lainnya.
Dalam lebaran kebuthan tersier ini juga bisa berupa liburan. Maka opsi untuk meilih stay cation atau liburan bareng keluarga bisa menjadi pilihan, atau hiburan lainnya. Atau jika menginginkan mobil ,agar bisa membawa kerabat dan keluarga pergi bersilaturahmi menjadi mudah. Kita bisa menyewa mobil, bus ataupun jika dana mencukupi bisa membeli mobil yang sederhana dan lain lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan