Sumbar - Jika berbicara soal adat dan tradisi pernikahan yang ada di Minangkabau, maka ada begitu ragam macam tradisi yang bisa kita temui. Baik dari tradisi sebelum, saat dan sesudah pernikahan kedua mempelai. Salah satunya adalah tradisi pernikahan yang berasal dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat yaitu maisi sasuduik.
Lalu apakah sebenarnya yang dimaksud dengan tradisi maisi sasuduik di Kota Payakumbuh Sumbar ini? dan bagaimana prosesinya?. Berikut di bawah ini sudah disajikan serangkaian uraian tentang tradidi maisi sasuduik, berikut uraiannya
Maisi sasuduik adalah suatu adat atau tradisi di mana pihak dari keluarga laki laki akan memberikan perlengkapan kepada keluarga atau pihak perempaun. Seperti baju, lemari, kasur, perlengkapan rumah tangga nantinya. Ini juga merupakan sebuah syarat untuk meminag calon perempuan yang akan dijadikan istri.
Tidak harus dalam bentuk barang, tradisi maiai sasuduik bisa diberikan dengan berupa materi atau uang tunai pada pihak perempuan. Di mana uang tersebut harus diperbelanjakan untuk kebutuhan kamar. Pada saat acara manaiakan siriah, maisi sasuduik ini akan disampaikan ketika pihak laki laki beserta keluarga dan mamaknya datang ke rumah pihak pengantin perempuan.
Kemudian nantinya setelah mamak dan rombongan tiba di rumah mempelai perempuan, maka kedua belah pihak keluarga akan bersepakat dengan sebelumnya melakukan musyawarah menegnai maisi sasuduk ini. Pada saat musyawarah inilah, akan ditentukan apakah maisi sasuduik ini akan diberikan dengan berupa uang tunai untuk keperluan kamar ataupun berupa barang keperluan untuk kebutuhan kamar juga. Seperti meja rias, kasur, lemari dan lain lainnya.
Baca juga: Mengetahui Cara Berangkat Haji dan Umrah Bagi WNI yang Berada di Jepang! Simak Selengkapnya
Buat waktu perlaksanan maisi sasuduik ini, dilakukan satu bulan ataupun dua bulan sebelum berlangsungnya akad pernikahan. Dalam hal ini juga sebagai bentuk pertanda dan menilai pihak laki laki sudah siap atau belum untuk melangsungkan pernikahan ini. Tidak hanya sebagai syarat pernikahan saja.
Akan tetapi maisi sasudik ini merupakan tanda awal ada rencananya pernikahan dari kedua belah pihak yang di man bersifat mengikat. Selain tradis maisi sasuidik ini masih terdapat banyak tradisi pernikahan yang ada di Minangkabau. Baik yang di Kota Payakumbuh maupun kota atau daerah lainnya di Sumatera Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis