Kota Sawahlunto dengan julukan sebagai kota arang (website/Traveloka )
Sumbar - Kota Sawahlunto merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, yang memiliki beragam macam objek wisata sejarah, kulinernya dan keindahan alamnya yang syahdu. Siapapun yang berkunjung ke kota ini, pasti akan jatuh cinta dan betah selama berlibur di kota yang penuh akan sejarah.
Sebagaimana diketahui juga, Kota Sawahlunto terkenal dengan julukan kota arang. Lalu apa sebenarnya yang melatar belakangi penamaan atau julukan tersebut di kota ini?. Beserta fakta fakta menarik dari Kota Sawahlunto. Berikut di bawah ini, sudah disajikan penjelasan lebih lengkapnya.
Kota Sawahlunto merupakan kota penghasil batu bara terbesar yang ada di Indonesia dan juga tertua. Bahkan tambang batu bara ombilin juga sudah diakui oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Salah satu hal yang unik, tambang batu bara ini berada di bawah tanah.
Batu bara yang berasal dari Kota Sawahlunto ini memiliki warna hitam seperti arang. Kota ini juga dikenal dengan sebutan kota tambang. Saat ini Pemerintah Kota Sawahlunto menjadikan hal ini sebagai salah satu objek wisata sejarahnya yang menarik wisatwan. baik wisatawan dalam dan luar negeri.
1. Keindahan akan Danau Biru
Keunikan dan fakta pertama dari Kota Sawahlunto yang pertama adalah, keindahan akan Danau Biru. Pada awalnya Danau Biru adalah bekas dari galian tambang batu bara. Kemudian sekarang memiliki fungsi sebagai salah satu destinasi wisata menarik bagi wisatawan. Sesuai dengan nama danaunya, air di Danau Biru in memiliki warna biru yang cerah dan cantik. Siapapun pasti akan terpesona melihatnya
Baca juga: Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 Inflasi Kota Padang Susut ke Angka 1,9%! Simak Ulasannya
2. Kisah manusia rantai
Berikutnya Kota Sawahlunto terkenal akan kisah manusia rantai, saat zaman kolonial Belanda dulu. Di mana pada dahulunya penjajah mempekerjakan masyarakat lokal untuk menjadi kuli, dan melaksanakan kerja paksa. Di mana mereka bekerja dengan keadaan kaki dan tangan dirantai
3. Tradisi makan bajamba
Berikutnya juga terknal dengan tradisi makan bajamba. Sebagaimana diketahi, di Minangkabau makan bajamba ini merupakan makan bersama sama dengan menggunakan piring atau tempat makan lauk pauh yang besar danbebrentuk lingkaran. Nantinya semua orang yang ikut makan bajamaba ini, akan duduk membentuk lingkaran guna memulai makan. Di Kota Sawahlunto sendiri, tradisi makan bajamba ini dilaksanakn setiap 1 Desember
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis