Kota Padang (website/Traveloka)
Sumbar - Jika berbicara soal pahlawan nasional asal Provinsi Sumatera Barat, maka kita akan mengenal banyaknya pahlawan pajalwan, yang berasal dari berbagai kota dan daerah di provinsi ini. Mulai dari Muhammad Hatta, Buya Hamka, M. Yamin, dan masih banyak lagi. Semua pahlawan pahlawan tersebut, sudah berjuang guna kemerdekaan RI. Kali ini kita akan membahas dan mengenal sosok Bagindo Aziz Chan, yang merupakan salah satu pahlawan asal Sumatera Barat dan juga merupakan Walikota Padang yang ke dua, berikut ulasannya.
Bagindo Aziz Chan lahir di Kota Padang, 30 September 1910. Dia menempuh pendidikan HIS di Padang, MULO di Kota Surabaya dan juga AMS di Batavia. Setelah dia menyelesaikan pendidikan, akhirnya dia memutuskan buat pulang ke kampung halamnnya di Kota Padang.
Kemudian di Kota Padang dia mengabdi sebagai guru di sekolah di Kota Padang dan juga ada yang mengajar ke luar Kota Padang. Awalnya pada 24 Januari 1946 dia diangkat menjadi Wakil Walikota Padang. Kemudian pada 15 Agustus di tahun yang sama, dia dipilih menjadi Wali Kota Padang yang saat itu menggantikan Mr. Abubakar, yang dipindah tugaskan menjadi residen di Provinsi Sumatera Utara.
Baca juga: Harga Sawit di Pessel Alami Anjlok Sampai 700/kg: Begini Penjelasan Dari Dinas Pertanian
Dalam perjuangannya dan juga sebagai Walikota Padang saat itu, Bagindo Aziz Chan menolak untuk tunduk terhadap kekuatan militer Belanda. Ini terjadi pada saaat terjadi situasi kedatangan sekutu ke Kota Padang. Dia bahkan juga membuat surat kabar yang ditulisnya sebagai bentuk penolakan di Tjahaha Padang.
Tidak hanya itu saja, dia langsung turun dalam hal memimpin adanya perlawanan kepada Belanda. Pada tanggal 19 Juli 1947, Bagindo Aziz Chan bersama keluarganya pergi dari Kota Padang menuju Kota Padang Panjang. Tepatnya saat berada di Purus, rombongan keluarga dia dicegat oleh Letnan Kolonel Van Erps, yang saat itu memberitahukan adanya insiden di Nanggalo.
Berdasarkan versi dari Belanda, Bagindo Aziz Chan pergi ke daerah Nanggalo, Kota Padang bersama rombongan yang membawanya pergi. Kemdian didapatkan kabar bahwa, dia telah gugur dengan adanya luka tembakan di leher.
Berdasarkan hasil visum yang dilaksanakan oleh 4 dokter di Kota Bukittinggi, didapatkan hasil terdapat luka bekas pukulan pada bagian belakang kepala dan juga 3 bekas luka tembakan di wajahnya. Jasadnya dikebumikan di Kota Bukittinggi, di Taman Makam Pahlawan.
Sebagai bentuk penghormatan, saat ini nama Bagindo Aziz Chan diabadikan menjadi nama jalan dan juga slaah satu Gedung yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat. Pada tahun 2005 silam, dia mendpa Bintang Mahaputra Adipradana serta juga gelar Pahlawan Nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis