Minggu, 13 JULI 2025 • 23:41 WIB

Mengenal Makna Dan Perbedaan Dari 3 Warna Marawa Minangkabau

Author

Marawa minagkabau (instagram/rio_putra_)

Sumbar - Minangkabau memiliki adat istiadat yang kuat, beragam dan penuh akan nilai budaya dan keagamaan. Selain itu, juga menanamkan pentingnya tata krama dalam berbicara (kato nan ampek), cara berpakaian yang sopan dan sebagainya.

Salah satunya adalah penggunaan marawa, yang merupakan salah satu hal yang ikonik di masyarakat sini. Marawa minang adalah sebuah kain panjang berbentuk vertical, yang memiliki 3 warna yaitu: kuning, merah dan hitam. Marawa ini biasanya akan dipasangkan pada sebuah tongkat, sesuai panjang marawa tersebut dan biasanya digunakan ketika ada acara adat, pesta khatam Al quran pesta pernikahan di Minangkabau dan acara sacral lainnya.

Marawa yang memiliki 3 warna ini, memiliki makna tersendiri, yang di mana 3 warna ini melambangkan “luhak nan tigo”. Luhak nan tigo ini merupakan 3 daerah pertama yang menjadi asal usulnya Minangkabau. Setiap warna pada marawa, memiliki arti dan makna tersendiri serta di setiap daerah dan perbedaan bada marawanya. Berikut di bawah ini, akan diuraikan lebih jelasnya.

Baca juga: Melihat Keindahan Pulau Pagang: Destinasi Wisata Pilihan Bagi pecinta Pantai

1.    Arti dari warna marawa

•    Warna kuning
Warna kuning, atau kuning keemas an pada marawa melambangkan luhak tanah datar, serta mempunyai makna keagungan dan keluhuran.

•    Warna Merah
Warna merah pada marawa melambangkan luhak agam, serta mempunyai makna kesatriaan dan pemberani.

•    Warna hitam
Warna hitam pada marawa, melambangkan luhak 50 kota, serta memiliki makna keteduhan dan ketenangan. 

Baca juga: Caffe Dengan Gaya Klasik dan Nilai Sejarah Di Kota Padang: Catat Lokasinya

2.    Perbedaan dan arti dari marawa di setiap daerah

Tidak hanya itu, di setiap daerah yaitu agam, 50 kota dan tanah datar memiliki perbedaan pada marawa. Berikut beberapa hal yang membedakannya.

•    Marawa tanah datar
Buat masyarakat Tanah Datar, maka warna marawa yang ada di kabupaten ini adalah berutan dari hitam, merah kuning. Makna dari marawa ini, melambangkan kewibawaan serta pengaruh yang tinggi dan menunjukan kemenangan

•    Marawa agam
Pada daerah Agam, warna marawanya adalah berurutan, dari: hitam, kuning dan merah. Daerah yang memakai marawa agam ini, Kota Pariaman, Kota Padang, dan Kota Bukittinggi. Warna pada marawa ini, memiliki makna keberanian dan kebesaran.

•    Marawa 50 koto
Marawa Lubuk 50 Koto ini, meliputi Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Warna ini melambangkan kerelaan dan kesabaran dalam berusaha. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tiktok/rio.chaaan, Tiktok/budaya.awak

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU