Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 14:29 WIB

Buktikan Peran Perempuan Dalam Perjuangan dan Peradaban: Berikut Tokoh Tokoh Perempuan Minang Inspiratif

Author

Rumah Gadang, merupakan rumah adat Sumatera Barat yang menjadi kebanggaan (kebudayaan.kemdikbud.go,id)

Sumbar - Minangkabau terkenal akan masyaraktnya yang memiliki sifat juang, pemikir, dan berintelektual. Hal ini bisa dilihat dari berbagai banyaknya tokoh pahlawan nasional,yang berasal dari daerah ini, seperti: Muhammad Hatta, H. Agus Salim, Tan Malaka, Buya Hamka, M. Yamin dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi suatu kebangggan dan terus dipertahankan sampai sekarang dan generasi berikutnya.

Akan tetapi, sosok inspiratif dan pejuang ini tidak hanya ada pada kaum laki laki minangkabau saja. Tetapi kaum perempuan, juga ikut terlibat dan berkontribsui dalam hal perjuangan dan peradaban, seperti ketika masa penjajahan merebut kemerdekaan. Salah satu bukti contohnya yaitu, dengan didrikannya pendidikan Polisi Wanita di Kota Bukittinggi, yang di mana pada sebelumnya, perempuan dilarang keras untuk ikut pendidikan kepolisian.

Baca juga: Simak! Berikut Penanganan Yang Tepat Ketika Terkena Tembakan Gas Air Mata

Tidak hanya sebatas di Polwan saja, akan tetapi peran perempuan Minangkabau dalam perjuangan dan peradaban ini, sangat banyak dalam berbagai bidang. Berikut akan dipaparkan beberapa sosok perempuan minang yang menginspirasi dan bisa menjadi contoh buat kita.

1.    Rasuna Said

Pertama ada Rasuna Said, atau yang memiliki nama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Mengutip dari laman resmi National Geographic Indonesia, sosok Rasuna Said merupakan perempuan bangsawan asli Sumatera Barat, yang berpredikat rangkayo. Dia memulai perjuangannya dengan bergabung dalam sarekat Rakyat, pada tahun 1926. Pada masa pendudukan Belanda hingga Jepang, dia aktif mengikuti berbagai macam organisasi.

2.    Rohana Kudus

Kemudian selanjutnya ada Rohana Kudus, perjuangan dia sudah di mulai saat dia masih di usia yang snagat muda, yaitu saat berumur 6 tahun. Pada usia tersebut sampai umur 10 tahun, dia membuka sekolah terbuka untuk anak anak, hingga orang menyebut dia “buk guru kecik” , atau dalam Bahasa Indonesia, memilik arti Bu Guru Cilik.

Baca juga: Harumkan Nama Sumatera Barat : 2 Penyuluh Agama Islam Sumbar Capai Penghargaan Nasional

Dia merupakan pejuang yang brilian, cerdas, serta tangguh. Perjalanan masa kecilnya mengesankan, mulai dari remaja sampai akhir hidupnya, dia mencatatakan sejumlah pencapaian gemilang, dengan maksud untuk membangkitkan jiwa perempuan yang maju. 

3.    Siti Manggopah

Selanjunya ada Siti Manggopah, yang lahir di desa kecil dan terpencil yang ada di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Desa itu bernama Manggopah, dan kemudian nama tersebut disematkan pada nama dia, menjadi Siti manggopah.  Siti Manggopah memiliki peran penting dalam perlawanan dalam melawan penjaajh di tanah kelahirannya. 

4.    Inyiak Upiak Palatiang
Inyiak Upiak Palatiang, merupakan seorang pandeka (Pendekar) perempuan silat minang yang menguasai aliran silek gunuang ( silat gunung). Yaitu salah satu aliran silat dengan 3 jurus, yaitu: tangkok, piuah, (pelintir) serta gelek (mengelak), sudah ratusan syair yang lahir dari imajinasinya.

Inyiak merupakan satu satunya pendekar wanita dari berbagai aliran silat tua yang hadir saat itu. Berjuang bersama anak dan cucunya, inyiak tampil memukau memperjuangkan jurus demi jurus silek gunuang. Silat sendiri adalah salah satu, jenis tradisi minang yang banyak diminati masyarakat.

5.    Rahmah Al- Yunusiah

Selanutnya ada Rahmah Al- Yunusiah, merupakan tokoh pendidikan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Perempuan asal Sumatera Barat ini, memiliki tekad agar bergerak memajukan pendidiakn perempuan yang didorong oleh keyakinan bahwa, terdapat masalah dalam kehidupan kaum perempuan, yang penyelesainnya hanya dapat diberikan oleh perempuan. 

Baca juga: Berbagai Macam Jajanan Khas Sumatera Barat Yang Tidak Boleh Di Skip Untuk Dicoba

Mengutip dari Ensiklopedia Sejarah Indoesnia, Rahmah bahkan juga membantu dalam hal membantu ibu yang belum pandai baca tulis, dengan membuka sekolah “menyesal School.” Kemudian sekoah ini, terpakasa dihentikan setelah terjadi gempa Padang Panjang, pada tahun 1926, yang di mana akibat gempa tersebut merobohkan bangunan sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tiktok/badunsanak3

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU