Sumbar - Minangkabau terkenal akan berbagai macam adat budaya, kesenian yang beragam. Salah satunya dalam hal pakaian adat asal daerah ini. Jika berbicara soal baju adat daerah ini, pasti yang terlintas pertama kali adalah baju kurung, sunting, songkok kepala (untuk laki laki) dan lainnya. Baju adat ini biasanya digunakan saat acara pernikahan, upacara adat, tarian dan lainnya.
Bagi wanita Minangkabau, perhiasan kepala saat mengenakan pakaian adat mereka adalah sunting dan tingkuluak. Sebagaimana diketahui sunting merupakan mahkota, lambang kehormatan, dan keagungan. Walaupun begitu, penggunaan tingkuluak bagi wanita Minangkabau juga tidak kalah pentingnya. Ini juga merupakan suatu simbol kebudayaan, dan juga bukti dari keberagaman yang ada di Minangkabau.
Berbicara soal tingkuluak sendiri, perhiasan wanita minang satu ini memiliki bentuk yang bermacam macam tergantung daerah masing masing, material yang dikenakan dan juga makna di baliknya. Tingkuluak sendiri juga melambangkan peran Wanita Minangkabau sebagai pemilik Rumah Gadang daN bundo kanduang yang dihormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Kabar Gembira di Awal Tahun 2026! Trans Padang Tambah 10 Unit Armada Baru Per Tanggal 1 Januari 2026
Sama halnya dengan suntiang, tingkuluak ini juga kerap digunakan di berbagai kegiatan, seperti pesta pernikahan, upacara adat, tarian, dan juga prosesi penyambutan tamu undangan. Lalu apa saja macam macam tingkuluak yang ada di Minangkabau.
1. Tingkuluak Koto Gadang
Jenis tingkuluak adalah Tingkuluak Koto Gadang. Tingkuluak ini biasanya digunakan oleh wanita atau pengantin yang ada di Koto Gadang. Tingkuluak satu ini, terbuat dari kain bludru warna merah atau ungu tua dan berbentuk persegi panjang lengkap dnegan pinggiran yang dihiasi dengan minise atau renda keemasan.
Di bagian permukaannya, ada terdapat taburan loyang yang bermotif seperti bunga, bintang, dan juga lainnya. Biasanya tingkuluak ini dikenakan dengan baju kurung dan kodek, untuk melengkapi penampilan wanita pengantin. Uniknya tingkuluak ini memiliki variasi lain, dengan bentuk sederhana menyerupai selendnag. Saat dikenakan, akan terlihat elegan, terutama bagi pengantin minang.
2. Tingkuluak balenggek
Selanjutnya ada Tingkuluak Balenggek. Beda dengan tingkuluak lainnya, tingkuluak satu ini memilki dua lapisan yang dibuat bertingkat, serta menggunakan kain balapak. Dalam proses pemakaiannya, dimulai dnegan membentuk tingkuluak tanduak untuk bagian bawah, dan kemudian untuk lapisan atasnya, dipasang kayu ringan dan dililit kain balapak dengan motif ukiran dan sentuhan warna keemasan.
3. Tingkuluak Sapik Udang
Selanjutnya tingkulauk yang berasal dari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Yaitu Tingkuluak Sapik udang. Di beri nama ini, berasal dari bahan utama yang digunakan, yaitu kain sarung sapik udang dengan motif kotak kotak kecil yang berwarna hitam dan dilengkapi dengan sehelai mukena.
Baca juga: Sinergi Pemko Bukittinggi dan Kabupaten Agam Gelar Pacu Kuda dan Penggalangan Dana Pasca bencana
4. Tingkuluak Kompong
Kemudian ada Tingkuluak Kompong, yang juga dikenal dengan Tingkuluak Basipek. Di mana memiliki makna religius. Tingkuluak asli Kota Payakumbuh ini, menggunakan kain batik atau songket yang dililitkan pada kening. Kemudian pada kedua ujung dilipat kebelaknag. Sehingga bagian depannya, tampak lebih tinggi. Dalam pemakaiannya, biasanya tingkuluak ini digunakan dnegan selendnag batik, baju kurung basiba, dan juga sarung batik.
5. Tingkuluak Balapak
Kemudian ada Tingkuluak Balapak, yang di mana menyerupai tanduk kerbau. Tingkulak satu ini tampil dengan bentukannya yang meniru gonjong atap pada rumah gadang. Biasanya perhiasan kepala satu ini, digunakan oleh bundo kanduang dalam berbagai upacara adat, pernikahan dan acara lainnya.
6. Tingkuluak Tanduak
Terakhir ada tingkuluak tanduak. Di mana pada tingkuluak satu ini hadir dengan bentuk yang menyerupai tanduk kerbau. Tingkuluak ini dibuat dari kain songket hasil tenun dengan menggunakan benang emas yang berkilau. Ketika dikenakan, maka akan memancarkan kesan mewah dan juga elegan.
Dalam cara pemakaiannya terbilang cukup unik. Yaitu dengan kain yang berukuran panjang dibentuk menyerupai selednag. Kemudian dikreasikan sampai dua sisi lancip di kana dan kiri. Pada bagian belakng, biasanya juga ditambah dengan hiasan berupa kain yang terurai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bridestory