Mengenal Sejarah Kawasan Kota Tua Padang: Mulai Dari Kawasan Hunian Berbagai Etnis Sampai Menjadi Cagar Budaya Kota Padang
Sumbar - Kota Padang yang merupakan Ibukota dari Provinsi Sumatera Barat ini, memiliki berbagai macam peninggalan sejarah. Baik dari museum, Gedungpeninggalan zaman Belanda, wisata Sejarah dan juga berbagai macam cerita rakyat dahulu.
Sama halnya dengan beberapa kota lainnya, Kota Padang memiliki kawasan kota tua yang penuh akan nilai nilai sejarah serta juga terdapat bangunan bangunan zaman Belanda. Berikut di bawah ini, akan dijelaskan mengenai sejarah kawasan Kota Tua Padang, yang saat ini menjadi tempat hunian berbagai etnis di Kota Padang dan salah satu objek wisata andlaan da favorit di kota ini.
Sejarah Kawasan Kota Tua Padang
KotaTua Padang ini dibangun oleh perantau yang ada di Minangkabau, dan disebut deegan darek. Setelah itu mulai juga masuk etnis lainnya yaitu etnis Nias ke Kawasan Kota Tua Padang ini.
Kerajaan Pagaruyuang
Pada kawasan pinggiran Sungai batang arau, dulunya di sana adalah wilayah dari kerajaan pagaruyuang serta perakampungan pertama di wilayah ini. Saat sekarang bernama sebrang pebayan. Pada abad ke 14, kerjaaan ini bekerjasama dengan daerah dari pesisir barat dalam hal sektor perdagangan.
Dari sana juga lah awal mulanya Kota Padang ini, menjadi perkampungan nelayan, dari abad 15 – 16. Di mana saat itu di bawah Kerajaan Aceh. Kemudian saat VOC mulai masuk, Kerajaan Aceh ini akhirnya menyingkir. Dipilihnya Kota Padang oleh VOC ini dikarenakan letaknya yang strategis serta menghdap langsung ke samudera hindia. Akhirnya hal ini bisa mempermudah kapal kapal dagang untuk bersandar dan berlayar.
Saat itu juga Kawasan Kota Tua Padang ini, merupakan tempat pusat kegiatan berbagai macam ekonomi pada saat zaman Kolonial Belanda. Yaitu dengan adanya bangunan Bank Padangsche Spaarbank dan juga GEO Wehry dan CO.
Lalu mulai juga masuk etnis Tionghoa, India beserta etnis lainnya. Salah satu bukti masuknya etnis tionghoa di kota tua ini terdapat kelenteng yang terua di Kota Padang., yaitu See Hing Kiong.
Di mana tempat ibadah ini, dibangun pada tahun 1841 dan sempat beberapa mengalami kerusakan akibat musibah yang terjadi. Setelah itu, direnovasi kembali keberadaannya. Kelenteng ini didirikan oleh bangsa Hok Hwa yang asalnya dari Tiongkok.
Masuk ke Dalam Wisata Cagar Budaya
Saat ini Kawasan Kota Tua Padang, sudah masuk sebagai situs cagar budaya dan juga wisata sejarah, yang wajib dikunjungi. Semua bangunan bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang ada di sini,masih terawat. Serta menjadi spot favorit buat ber swa foto yang estetik, bagi wisatawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Website Jadesta Kemnparekraf