Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 22:29 WIB

Adakan Koordinasi : Pemko Bukittinggi Tindak Tancap Percepatan Penurunan Stunting

Adakan Koordinasi : Pemko Bukittinggi Tindak Tancap Percepatan Penurunan StuntingRapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting (bukittingikota.go.id)

Sumbar - Stunting merupakan suatu kondisi di mana seorang anak, mengalami ketidakseimbangan antara tinggi badan, atau berat badan dengan umur anak sebaya mereka. Stunting ini sendiri, menjadi salah satu kasus, yang menjadi perhatian baik di dunia kesehatan ataupun pemerintah. Hal ini dikarenakan, anak anak, sebagai generasi muda dan penerus, harusnya memiliki kondisi tubuh yang sehat, berat badan dan tinggi ideal, guna menunjang masa depan dan kondisi jasmani mereka.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi, mengadakan koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting, atau yang dikenal juga dengan ( TPPS) Tingkat Kota Bukittinggi. Koordinasi ini, dibuka oleh Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis, yang bertempat di Hotel Dymens, pada Selasa 29 Juli 2025.

Baca juga: Wapres Kunjungi Sumatera Barat Dalam Rangka Kunjungan Kerja : Tinjau Program Nasional

Pada kesempatan ini, Ibnu Asis memberi apresiasi penuh, kepada seluruh pihak yang berpartisipasi aktif, dalam hal penurunan stunting ini. Dia juga menambahkan bahwa, stunting sendiri tidak mengenai tinggi badan saja, akan tetapi juga akses gizi, pelayanan kesehatan, pola asuh. Saat ini, sanitasi percepatan penurunan stunting, merupakan salah satu prioritas pembangunan, dan pastinya dalam pelaksanaannya, dibutuhkan sinergi lintas sektor. Agar angka stunting bisa menurun.

Dia menambahkan, bahwa stunting, akan berdampak jangka panjang, terhadap kualitas hidup, dan daya saing daerah. Dalam penanganannya, harus dilakukan secara konvergen, tepat sasaran, serta terkoordinasi. Percepatan Penurunan Stunting ini, tidak hanya kewajiban dari pemerintah saja, akan tetapi dibutuhkan kerjasama semua elemen masyarakat, dan perangkat perangkat daerah, seperti: lurah, kader, camat, PKK, dan kader.

Baca juga: Jalin Kerjasama Dengan PT.Graha Buana Propertindo : Pemko Padang Siap Tunjukkan Wajah Baru SPR Plaza

Dia juga mengatakan, Rakor ini menjadi wadah yang penting, guna menyatukan persepsi, memperkuat persepsi, dan menyusun  langkah strategis serta intervensi yang berbasis data. Wakil Walikota menekankan, berapa pentingnya penguatan kapasitas semua kader, serta optimalisasi peran TP PKK pada Tingkat kecamatan dan kelurahan, melalui  berbagai program, seperti: posyandu, dasawisma dan Bina Keluarga Balita. Dengan adanya sinergi dan koordinasi yang kuat, maka Pemko Bukittinggi optimis, bisa mewujudkan generasi Bukittinggi yang kuat, sehat, berkualitas dan cerdas, tanpa ada masalah stunting pada mereka.

Baca juga: Pemerintah Pasaman Barat Optimis Akhir Tahun Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor Tercapai

Pada kesempatan yang sama, Kepala DP3APPKB Nauli Handayani, juga turut menegaskan bahwa angka stunting di Kota Bukittingi, mengalami penurunan dari 20,1 persen pada tahun 2023, menjadi 16,8 persen, pada tahun 2024. Akan tetapi, upaya berkelanjutan tetap diperlukan agar mencapai hasil yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah kelurahan. Rapat koordinasi ini, memiliki tujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor, dalam percepatan penurunan stunting.

Semoga dengan adanya penanganan yang tanggap dalam maslah stunting ini, maka angka Bukittinggi, bisa menurun pada tahun sekarang dan selanjutnya. Peran orang tua, juga penting, untuk memastikan gizi anak terpenuhi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bukittinggikota.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Adakan Koordinasi : Pemko Bukittinggi Tindak Tancap Percepatan Penurunan Stunting

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!