Senin, 08 DESEMBER 2025 • 16:16 WIB

Pasca Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Sumbar: Gubernur Sumbar Minta Agar Dana Pemotongan Anggaran Tahun 2026 Dikembalikan

Author

salah satu dampak dari bencana longsor dan banjir bandang Sumbar, Jembatan Kembar Padang Panjang (dok istimewa)

Sumbar - Pasca bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi 3 provinsi di Indonesia antara lain: Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, membuat banyaknya kerugian dan korban jiwa di 2 daerah ini. Serta bencana yang terjadi ini sudah menjadi perhatian banyak pihak dan di beberapa daerah yang terdampak sempat ditetapkan status tanggap darurat atau siaga bencana. 

Salah satunya yang terjadi di Provinsi Sumatera Barat. Di provinsi ini, terdapat beberapa kota dan kabupaten yang terkena dampak dari bencana hidrometorologi yang diakibatkan adanya cuaca ekstrim, pada beberapa minggu yang lalu. 

Menimbang banyaknya infrasruktur, rumah warga dan jalan nasional yang rusak di Provinsi Sumatera Barat ini, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah akhirnya meminta kepada Presiden Prabowo Subianto dan Mentri Keuangan, Yudhi Sadewa, agar pemotongan anggaran pada tahun 2026 agar dapat dikembalikan. Permintaan pengembalian dana ini, memiliki tujuan untuk  rekonstruksi kembali infrastruktur yang rusak, yang terjadi di daerah yang terkena dampak. 

Baca juga: DPRD Sumbar dan Pemko Bukittinggi Serahkan Bantuan Kepada Korban Terdampak Banjir Bandang di Jorong Uba

Di mana nantinya dana tersebut, akan digunakan sebaik mungkin untuk segala macam perbaikan jalan, jembatan, rumah dan lainnya untuk kebutuhan pemulihan pasca bencana longsor dan banjir bandang. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa, dampak dari bencana ini antara lain sebagai berikut:

1.    94 jembatan mengalami kerusakan
2.    1.787 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori sedang 
3.    1.018 rumah mengalami kerusakan berat, dengan kategori berat 
4.    317 rumah hilang atau hanyut di bawa arus
5.    Jalan penghubung antara Kota Padang Bukittinggi putus pasca longsor 

Baca juga: Pemko Bukittinggi Salurkan Bantuan ke Salareh Aia Palembayan: Dipimpin Langsung Oleh Wako Bukittinggi

Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar dana pemotongan anggaran tahun 2026 dikembalikan guna upaya rekonstruksi infrastruktur ini,bisa segera terealisasikan secepatnya. Pemerintah juga akan memfokuskan terlebih dahulu, untuk memenuhi kebutuhan dasar, membuka akses ke daerah yang terdmapk guna mempermudah masuknya akses bantuan kemanusiaan. Kemudian di samping itu, juga akan membangkitkan kembali pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana yang terjadi. 

Semoga permintaan dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah untuk dana pemotongan anggaran Tahun 2026, bisa dikembalikan, dan segala upaya rekonstruksi bisa dijalankan secepatnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU