Hindari kemacetan: Berikut Rekomendasi Jadwal Arus Balik Mudik Idul Fitri 1447 H/2026 dan Sederet Tipsnya
Sumbar - Saat ini sudah memasuki arus balik mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H, yang artinya semua masyarakat perantau, mulai meninggalkan kampung halaman untuk balik lagi ke perantauan. Hal ini tentunya menimbulkan kemacetan panjang, akibat banyak pemudik dari berbagai daerah.
Dalam menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian masing masing daerah dan juga pemerintah memberlakukan berbagai macam kebijakan demi kelancaran, keamanan serta kenyamanan arus balik ini. Baik dari pengadaan pos keamanan, dan lain lainya.
Berbicara soal kemacetan tadi, saat ini sudah banyak kita jumpai kemacetan di mana mana dalam rangka arus balik ini. Banyaknya masyarakat yang melakukan mudik pada awal awal ini, dikarenakan berbagai faktor. Seperti jadwal kembali masuk kerja, antisipasi kehabisan tiket dan faktor lainnya lagi.
Baca juga: Serba Serbi Padel: Tempat Bermain Padel di Kota Padang dan Manfaat Bermain Padel
Jikalau kamu yang saat ini masih stay di kampung halaman dan akan ada rencana balik ke perantauan, berikut rekoendasi jadwal arus mudik yang mungkin bisa kamu pilih. Pastikan juga sebelumnya, jadwal tersebut tidak berdempetan dengan jadwal masuk kerja atau hal penting lainnya yang akan dilaksanakan di perantauan.
Berdasarkan dari Humas Polri, menyatakan bahwa puncak arus mudik di tahun sekarang diperkirakan akan ada selama 2 tahap. Di mana tahap pertama sudah dilaksanakn pada hari sebelumnya, yaitu 24 Maret 2026 dan satu lagi pada tanggal 28 – 29 Maret mendatang.
Dalam hal ini, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pl. Agus Suryonugoro mengatakan bahwa, dengan adanya 2 tahap puncak arus mudik di tahun ini maka nanti bisa diharapkan kepadatan arus balik bisa terurai serta perjalanan bisa berjalan dengan lancar.
Rekomendasi Jadwal Arus Balik Mudik
1. Rekomendasi Jadwal Arus Balik Berdasarkan dari Kemenhub
Rekomendasi Jadwal Arus Balik berdaarkan dari Kemenhub, terdapat ada 3 tanggal yang bisa menjadi opsi. Yaitu dari tanggal 25 – 27 Maret 2026. Dari ketiga tanggal tersebut, nantinya pemudik bisa memutuskan kapan mereka akan balik ke perantauan masing masing.
Baca juga: Berikan Nuansa Baru dan Hiburan: Stasiun Padang Hadirkan Live Music Bagi Pengunjung
2. Memanfaatkan Kebijakan WFA
Beberapa hari lalu, pemerintah juga menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA). Bagi pekerja, karyawan ataupun pegawai yang dapat sistem kerja WFA dalam rangka menghindari kemacetan ini. Maka bisa memberlakukannya dulu. Bagi ASN sendiri, jadwal WFA mulai dari 25 – 27 Maret 2026.
Tips menghadapi Arus Balik Mudik Lebaran
Selain rekeondasi jadwal balik arus mudik, berikut juga akan disajikan tips dalam menghadapi arus balik mudik lebaran ini. Agar perjalanan semakin lancar dan aman smapai tujuan. Berikut uraiannya.
1. Pastikan Kendaraan Dalam Kondisi Baik
Sebelum benrgakat ke pernatauan lagi, pastikan terlebih dahulu kendaraan yang akan digunakan dalam keadaan biak dan tidak ada yang rusak (jika menggunakan kendaraan pribadi). Mulai dari bagian luar dalam sampai mesin dan lain lainnya. Bisa juga dengan membawa kendaraan ke bengkel terlebih dahulu untuk memastikan
2. Pastikan Jadwal keberangkatan yang Tepat
Berikutnya kita harus pastikan jadwal keberangkatan yang tepat. Berdasarkan pembahasan jadwal tadi, kita bisa memilih jadwal yang diinginkan.
Baca juga: Berkunjung ke Kota Bukittinggi: Gubernur Sumbar Dorong UMKM Go-Digital
3. Pastikan Sudah Menyediakan Pembayaran Tunai serta Saldo
Beikutnya bersangkutan dengan masalah uang. Pastikan kita membawa tunai dan juga e -money yang sudah ada di saldo M -banking. Hal ini akan memudahkan kita nantinya saat bertransaksi apapun. Terutama jika melewati jalan tol, maka pembayarannya melalui secara digital/ e – toll
4. Mempersiapkan dam Membawa bekal
Sebelum berangkat pastikan kita sudah mempersiapkan dan membawa bekal baik minuman dan makanan, untuk selama di perjalanan. Hal ini penting agar kita tetap dalam keadaan prima dan energi yang cuikup selama diperjalanan.
5. Memanfaatkan aplikasi GPS serta Panatu Berita Lalu lintas
Berikutnya memanfaatkan fitur GPS, agar kita bisa mudah menemukan jalan. Selain itu, selalu update informasi mengenai kondisi lalu lintas.
6. Kondisi Tubuh Dalam Keadaan Baik
Berikutnya kondisi tubuh dalam keadaan fit dan stabil. Agar Jika kondisi tubuh kurang sehat, ada baiknya menunda atau istirahat dulu. Bisa juga meminta anggota keluarga untuk membawa mobil/menyetir.
7. Istirahat Jika Lelah
Berikutnya jika sudah lelah, maka beristirahat di rest area yang tersedia. Jangan paksakan diri, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
8. Siapkan P3K dan Obat Obatan
Berikutnya bawalah P3K serta obat obatan lainnya yang diperlukan. Seperti paracetamol, obat flu, antimo dan lainnya juga P3K buat jaga jaga.
9. Pasang hiburan agar tidak bosan
Terkahir agar tidak bosan selama diperjalanan,maka kita bisa memutar hiburan seperti musik di mobil. Sehingga perjalanan lebih menyenangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan