Pascabenacana: Kabupaten Agam Sumbar Dapat Program Rehabilitasi Sawah Dari Kementrian Pertanian
Sumbar - Pascabenca hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera Barat pada Novmber 2025 lalu, banyak lahan pertanian masyarakat yang terdampak bencana ini. Seperti kerusakan pada lahan, tertutup materil dan lainnya. Akibatnya pada saat itu perekonomian masyarakat terputus dan ditambah lagi banyaknya rumah, jalan dan infrastruktur yang juga memgalami kerusakan.
Dalam menindaklanjuti Pascabencana tersebut kementrian Pertanian Republik Indonesia 2026 memberikan bantuan. Yaitu berupa program rehabilitasi sawah yang terdampak bencana. Adapun luas sawah yang mendapat program rehabilitasi sebanyak 311 hektare.
Dalam hal ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu di Lubuk Basung menyatakan bahwa, program rehabilitasi sawah seluas 311 hektare tersebut dikerjakan dengan cara swakelola oleh 29 kelompok tani. Pernyataan tersebut dinyatakan pada hari Rabu. Sebanyak 311 hektare sawah tersebut, tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Agam Sumatera barat.
Baca juga: Mengenal Alek Bajawek Dalam Tradisi Pernikahan di Dharmsaraya: Simak Ulasannya
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu menyatkan bahwa, program tersebut telah melalui adanya tahapan secara adminsitratif. Contohnya seperti adanya pendataan serta verifikasi lahan yang terdampak. Kemudian sesudah itu, verifikasi calon petani serta calon lokasi (CP/CL), penyusunan rencana teknis serta pencairan bantuan untuk kelompok tani.
Dia juga turut menambahkan bahwa, program rehabilitasi sawah ini merupakan adanya upaya percepatan pada proses pemulihan lahan pada persawahan yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi.
Tidak hanya itu saja, juga terdapat program optimasi lahan yang di mana hal ini difokuskan guna perbaikan pada infrastruktur. Contohnya seperti irigasi pada perekmpaan, dam parit, irigasi tersier dan juga lainnya. Program rehabilitasi sawah ini, memiliki luas lahan sekitar 294 hektar ini dikerjakan secara swakelola yang dlam hal ini melibatkan 20 kelompok tani.
Dengan adanya program rehbilitasi sawah ini dan program optimalisasi lahan dialkoasikan oleh Kementrian Pertianian. Maka lahan sawah yang di mana terkena bencana hidrometeorologi ini bisa kembali ditanami padai oleh petani.
Semoga program rehabiliatsi sawah ini bisa terealisasikan dan sukses dalam pelaksanaannya. Sehingga sawah sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi terbut bisa teratasi dan beropersi kembali, dan perkonomian masyarakat bisa berjalan normal seperti sedia kala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan