Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 APRIL 2026 • 23:55 WIB

Mengenal Alek Bajawek Dalam Tradisi Pernikahan di Dharmsaraya: Simak Ulasannya

Mengenal Alek Bajawek Dalam Tradisi Pernikahan di Dharmsaraya: Simak UlasannyaBaju adat Sumbar (jadesta.kemenpar.go.id)

Sumbar - Jika pada berita sebelumnya membahas adat pernikahan di Solok dan Payakumbuh, kali ini Indozone Regional Sumatera Barat akan bahas soal tradisi pernikahan dari Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Yaitu tradisi Alek Bajawek. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan tradisi in dan bagaiamana prosesinya.? Berikut di bawah ini sudah dipaparkan lebih lanjut mengenai tradisi alek bajawek ini simak selengkapnya. 

Tradisi Alek Bajawek Dalam Pernikahan di Dharmasraya 

Alek bajawek merupakan suatu tradisi di mana calon pengantin perempuan akan dijemput dari rumah. Kemudian akan dibawa ke rumak bako. Lalu nantinya akan disambut si rumah bako. Pada sesi berikutnya, calon pengantin atau dalam Bahasa Minang (anak daro) akan diberikan pakaian berwarna putih kemudian didudukan di atas tandu yang dipikul oleh bapak serta juga saudara laki laki. 

Kemudian nantinya akan dibawa atau diarak ke rumah anak daro atau pengantin. Di sinilah nantinya mamak bako dan mamak anak daro atau pengantin akan saling melontarkan pepatah Minangkabau. Hal ini kenapa prosesi ini dinamakan alek bajawek. “Alek” sendiri dalam Bahasa Indonesia berarti pesta sedangkan “bajawek” memilki arti berbalas. 

Baca juga: Pemerintah Tanah Datar Nyatakan Siap Dukung Adanya Pembangunan Sekolah Rakyat Serta Revitalisasi Pasar di Batusangkar

Prosesi Alek Bajawek di Dharmasraya 

Berikutnya prosesi yang ada dalam tradisi alek bajawek ini. Berikut di bawah ini sudah dipaparkan.

1. Maresek 
Prsesi pertama dari tradisi ini adalah maresek. Maresek sendiri merupakan ketika mamak atau paman dalam Bahasa Indonesia dari pihak keluraga perempuan akan berkunjung ke rumah calon mempelai laki laki. Adapun tujuan dari maresek ini sendiri adalah guna mnegetahui apakah calon laki laki yang akan menjadi pasangan hidup perempuan berasal dari keluarga yang baik baik dan Sholeh atau bisa dikatakan baik secara agama

2. Manjapuik tando 
Berikutnya adalah manjapuik tando. Pada prosesi ini mamak dari calon mempelai perempuan serta juga tungganai batino akan membawa carano ke rumah calon suami perempuan. Kemudian nantinya dari pihak kelaurga laki laki akan memberikan kain jawa. Di mana ini menjadi tanda keseriusan anara kedua belah pihak. Manjapuik tando ini sama halnya dengan bertunangan. 

Baca juga: Gandeng Danantara: Pemprov Sumbar Dorong Adanya Percepatan Investasi serta Juga Infrastruktur Strategis

3. Duduk kalopok 
Prosesi yang ketiga adlah duduk kalopok. Yaitu guna memberitahukan bahawa anak perempuan mereka akan segera melangsungkan pernikahan. Pada saat ini juga mamak menginfromasikan akan menggelar alek bajawek. Pada prosei ini akan dihadiri keluarga dekat dari mempelai 

4. Duduk tuo 
Duduk tuo adlah proses antara kerabat serta tetangga calon pengantin akan membawa kelapa serta beras. Ini dnegan tujuan untuk dimasak bersama. Kemudian masakan tersebut akan dihidangkan untuk tamu undangan. Nanti nya laki laki akan menyumbangkan uang yang besarannya tidak ditentukan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Alek Bajawek Dalam Tradisi Pernikahan di Dharmsaraya: Simak Ulasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!