Sumbar - Pascabencana yang terjadi pada November 2025 lampau, saat ini berbagai daerah di Provinsi Sumatera barat melaksalan berbagai macam pemulihan dan rekonstruksi infrastruktur dan bangunan. Baik mulai infrastruktur jalan jembatan, sekolah, rumah warga dan juga fasilitas umum lainnya yang terdampak.
Salah satunya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Dalam hal ini Pemkab Padang Pariaman melaksanakan goro akbar pemulihan infrastruktur. Kegiatan ini diawali dengan Apel Gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Padang Pariamn, pada hari Kmais, 23 April 2026. Bertempat di Nagari Balah Aia Anduriang, Kecmatan 2 X 11 Kayu Tanam.
Kegiatan yang digelar tersebut menjadi suatu langkah konkret oleh pemerintah daerah dalam menangani adanya kerusakan jalan yang kembali amblas pasca adanya bencana berupa banjir susulan. Di ketahui sebelumnya sempat dilakukan perbaikan untuk bisa dilalui oleh masyarakat. \
Baca juga: Kodaeral II Padang Dukung Program ketahanan Pangan: Sukses Panen Raya Ikan Nila di Kota Pariaman
Diketahui juga jalur alternatif menuju Tanah Taban, Lubuk Alung yang mempunyai peran vital untuk mobilitas warga dan distribusi ekonomi ini, kembali terdampak setelah adanya hujan lebat yang melanda pada hari Jumat, 17 April lalu. Tidak sebagai simbolis. Kegiatan goro akbar ini juga ikut serta melibatkan kekuatan penuh semua lintas sektor.
Semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan juga beserta jajaran personil dari TNI, Polri serta juga masyarakat setempat yang ikut serta turn tangan guna bergotong royong memperbaiki badan jalan yang mengalami kerusakan.
Adapun upaya Pemkab Padang Pariaman melaksanakan goro akbar ini, diperkuat dengan adanya dukungan dari Balai Wilayah Sunagi (BWS) yaitu berupa satu unit alat berat, 1000 gerobak dan juga kawat bronjong dengan volume mencapai 1000 meter kubik.
Dalam hal ini, Bupati Padang Pariaman menegaskan gotong royong akbar ini adalah program yang bersifat berkelanjutan yang di mana akan terus digelar di wilayah wilayah bencana. Terutama pada daerah yang kerp dilanda banjir. Dalam hal ini Pemkab Padang pariaman juga menyatakan, bahwa kegiatan ini tidak berhenti di sini saja.
Akan terus bergerak ke berbagai daerah lain. Seperti di Batang Anai, Kecamatan Ulakan, Sungai Geringging serta juga Aur Malintang. Buat tahap awal, akan difokuskan di Kayu Tnaam. Agar akses masyarakat bisa segera pulih.
Alasan mengapa daetah Kayu Tnam dipilih, memilki alasan karena daerah ini merupakan salah satu titik yang kerap terjadi banjir dan rawan bajir. Di mana hal ini berdampak pada rusaknya infrastruktur vital. Dalam hal I juga termasuk jalan penghubung antar wilayah.
Pemerintah daerah juga berharap dengan adanya sinergi ini, maka pemulihan akses bisa berjalan cepat dan fungsional. Sehingga aktivitas sosial serta ekonomi masyarkat yang bisa kembai berjalan normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Website Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman