Kota Padang, Ibukota Sumbar (Dokumen pribadi: Asyraf Wardatulislam Zulfikar)
Sumbar - Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki 12 kabupaten dan 7 kota. Memiliki beragam keindahan alam, ciri khas geografis, keberagaman budaya di setiap daerah dan berbagai hal lainnya, yang bersangkutan dengan provinsi satu ini.
Kali ini kita akan mengenal dan membahas lebih dalaa,, Sejarah singkat provinsi Sumatera Barat. Baik dari awal terbntuk, pembagian wilayah dan masih banyak lagi. Berikut di bawah ini sudah diapaprkan Sejarah singkat menegai Provinsi Sumatera Barat. Mari Simak selengkapnya.
Pada awal awal kemerdekaan, Provinsi Sumatera Barat tergabung dalam Provinsi Sumatera dan saat itu beribukota di Kota Bukittinggi. Kemudian setelah 4 tahun berlalu, akhirnya provinsi ini dipecah menjadi 3 provinsi. Yaitu Sumatera Tengah, Sumatera Utara dan juga Sumatera Selatan. Pada saat itu, buat daerah Riau, Sumbar dan juga Jambi adalah bagian dari residen provinsi Sumatera Tengah.
Baca juga: Mengintip Komoditas Unggulan di Kabupaten Pasaman Barat! Apa Saja Ya?
Kemudian pada masa PRRI dan didasari oleh undang undang darurat Nomor 19 Tahun 1957, Provinsi Sumatera Tengah akhirnya dipecah lagi menjadi 3 provinsi. Yaitu Provinsi Riau, provisi Sumatera Barat dan juga Provinsi Jambi. Kemudian pada wal berdirinya, Provinsi Sumaetra Barat masih menetapkan Kota Bukititnggi sebagai pusat pemerintahan atau dalam kata lain Ibukota Provinsi Sumbar kala itu. Sebelum akhirnya pada Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat, No. 1/g/PD/1958 28 Mei 1958, menetapakan dan memindahkan ibukota provinsi di Kota Padang.
Daftar Kota dan Kabupaten di Sumbar
1. Kota Padang
2. Kota Bukititnggi
3, Kota Pariaman
4. Kota Payakumbuh
5. Kota Padang Panjang
Baca juga: Operasi Patuh Singgalang 2026 di Sumbar ditunda: Berikut Ulasannya
6. Kota Sawahlunto
7. Kota Solok
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis