Kweekschool Bukittinggi: Sekolah yang Memiliki Sejarah Penting Dalam Lahirnya Bahasa Indonesia Modern
Sumbar - Sma Negeri 2 Kota Bukittinggi atau yang dikenal juga dengan Kweekschool atau sekolah radjo ini merupakan salah satu sekolah yang menyimpan sejarah yang dalam di Kota Bukititnggi, terutama dalam bidang pendidikan. Sekolah yang merupakan salah satu sekolah yang dibangun saat zaman kolonial Belanda dan tempat belajarnya beragai pahlawan nasional ini sekarang sudah dijadikan sebagai salah satu cagar budaya di Kota Bukittinggi.
Memiliki sejarah dalam hal pendidikan, hal ini didasari karena SMA Negeri 2 Bukititnggi ini menyimpan jejak yang penting dalam lahirnya Bahasa Indonesia modern. Hal ini disampaikan saat acara Seminar Kebangsaan “ 170 Tahun Kweekschool: Jejak Intektual, Pemikiran, dan Keteladan Tokoh Besar Alumni Sikola Radjo.”.
Acara ini digelar tepat di kota tempat sekolah kebanggaan ini berdiri, yaitu di Kota Bukititnggi pada 25 April 2026. Pada kesempatan ini Jurnalis Hasril Chaniago memaparkan bahwa, lembaga pendidikan ini mempunyai kontribusi fundamental kepada lahirnya Bahasa indonesia.
Baca juga: Dalam rangka HKBN 2026 Kota Payakumbuh Lakukan Uji Kesiapsiagaan Personil Lintas Instansi
Dalam hal ini Hasril Chaniago menjelaskan bahwa, pembaukan Bahasa Melayu tidak bisa dipisahkan dari adanya penyusunan Ejaan Van Ophuijsen, yaitu pada abad ke 19. Ejaan ini dirancang oleh Charles Adriaan Van Ophijsen bersama dengan guru pribumi saat itu. Yaitu Engku Nawawi serta juga Mohammad Taib Sultan Ibrahim. Di mana pada saat itu mereka menjadi guru di SMA Neegri 2 Bukititnggi.
Dia juga turut menyatakan bahwa jikalau tanpa mereka, maka Bahasa Indonesia tidak seperti sekarang yang kita pergunakan. Ejaan tersebut akhirnya menjadi suatu sistem yang membakukan penulian Bahasa Melayu dengan huruf latin. Kemudian sejak awal diperkenalkan melaui buku Kitab Logat Melayu ada tahun 1901 di Batavia, maka ejaan inidipergunakan secara luas sampai di berbagai bidang. Mulai pendidikan, penerbitan di Hindia Beland dna juga adimistrasi.
Baca juga: Pemprov Sumbar Pilih Nagari Toboh Gadang Barat Kabupaten Padang Pariaman Jadi Nagari Creative Hub
Adapun alumni kweekschool ini yang telah berhasil melahirkan tokoh tokoh penting, di antaranya juga terkenal dnegan “Empat Saudara”. Yaitu empat orang alumni yang terdiri dari Zinoeddin Rasad, Bagind Dahlan Abdoellah, Djamaloedin Rasad dan Moehammad Zain, yang merupakan penerjemah suart surat R.A. Kartini ke dalam Bhasa Melayu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Riset Penulis