Senjata Tradisional Minangkabau (Website/tokopedia)
Sumbar - Jika berbiara soal Sumatera Barat, maka tidak hanya sebatas aneka ragam kuliner, indahnya pemandangan serta objek wisatanya saja. Akan tetapi juga soal kekayaan budaya serta kesenian yang dimiliki oleh daerah ini. Seperti halnya dalam keberagaman senjata tradisonal yang ada di daerah ini. Sebagai daerah yang memiliki budaya dan sejarah yang beragam dan banyak, Sumbar memiliki aneka senjata tradisonal yang sampai sekarang masih eksis, dijaga keberadaannya. Berikut di bawah ini, akan dipaparkan macam macam senjata tradisional asli daerah Sumatera Barat lengkap dengan penjelasan masing masingnya.
1. Karih
Pertam Adalah karih. Senjata tradisional ini dulunya digunakan untuk pertahanan diri dan di zaman seperti sekarang ini fungsinya dialih fungsikan. Yaitu sebagai accessories saat ada acara pernikahan dan lainnya.
2. Sumpitan
Berikutnya ada sumpitan. Senjata ini memiliki tinggi sampai jarak 200 meter. Saat menggunakannya bisa menembakkan peluru dengan cara meniup pada bagian tabung ke arah sasaran. Senjata tradisonal ini digunakan utuk berburu bagi masyarakat.
Baca juga: Syarat Sah Haji, Rukun, Wajib Haji Beserta Persiapan Sebelum Berangkat Haji : Simak Selengkapnya
3. Kurambiak
Kurambiak menjadi senjata tradisonal selanjutnya dari daeah sini. Di beberapa daerah di Sumbar nama senjata ini bermacam macam. Mulai dari kerambit, karambit serta juga kurambiat. Dari bentukannya, senjata ini menyerupai cakar harimau
4. Kelewang Padang
Di urutan keempat ada kelewang Padang, yang saat ini digunakan masyarakat buat keperluan dalam perkebunan, pertanian dan juga lainnya. Senjata ini sekilas mirip dengan golok modern . Hanya saja hal yang membedakan adalah motif kelewang yang tidak terdapat pada golok biasa.
5. Piarik
Berikutnya adalah piarik. Senjata ini berasal dari adanya akulturasi antara Agama Hindu – Budha di mana pada saat itu Agama Islam belum masuk ke Pulau Sumatera. Dahulunya senjata ini digunakan untuk kepeluan dalam berburu dan juga pemotong serba guna.
6. Ruduih
Berikutnya adalah ruduih yang eksistensinya diakui saat perang, yaitu Perang Manggopoh pada tahun 1908. Di mana hal ini selaras juga dengan catatan dalam Museum Eka Dharma. Secara fisik bentukannya tidak begitu jauh dengan kelewang.
Dalam hal kegunaannya, senjata tradisional satu ini digunakan saat pertempuran jarak dekat yang hal ini mneggunakan senjata jenis tombak dan juga pedang
Baca juga: Gelar Rapim perdana: Pemko Sawahlunto Gali Potensi PAD serta Pertajam Efisiensi Anggaran
7. Keris Pusaka Minangkabau
Terkahir ada Keris Pusaka Minangkabau. Salah satu keunikan dan hal yang membedakan dari senjata tradisonal satu ini, adalah hanya bisa diselipkan oleh penghulu saat ada acara acara tertentu dan juga lambang dari keagungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tambahpinter.com