Sumbar - Malamang adalah salah satu tradisi yang berasal dari daerah Minangkabau. Malamang, berasal memiliki kata dasar “lamang”. Yaitu makanan tradisional khas dari daerah ini, dan terbuat dari beras, ketan, santan, dan garam. Salah satu yang unik dari lamang ini adalah, dalam proses memasaknya menggunakan bara api.
Malamang ini rutin dilakukan pada hari besar keagamaan, seperti: puasa ramadan, idul fitri, idul adha, dan acara acara adat. Berikut di bawah ini, akan dijelaskan proses dan makna dari tradisi malamang.
1. Proses Membuat Lamang
Dalam malamang, ada 4 langkah yang akan dilalui, agar bisa menghasilkan lamang yang memiliki cita rasa enak dan khas, yaitu persiapan bahan, pengisian bambu, pembakaran, dan penyajian.
Baca juga: Rekomendasi 2 Tempat Olahraga Outdoor Di Kota Bukittinggi
• Perisapan Bahan
Sebelum memulai malamang, pastikan seluruh bahan sudah tersedia lengkap, seperti: beras, santan, ketan. Serta alat yang diperlukan, yaitu: bambu, tempat pembakaran, dan daun pisang muda. Setelah semuanya tersedia, cucilah beras sampai bersih, dan dicampur dengan santan beserta garam.
• Pengisian Bambu
Kemudian campuran beras dan ketan yang sudah dicampur tadi, dimasukkan ke dalam bambu, yang sebelumnya bambu tersebut sudah dilapisi daun pisang muda.
Baca juga: Kolaborasi Dengan Universitas Negeri Padang: KP2MI Resmikan Migrant Center Di Kota Padang
• Pembakaran
Apabila semua adonan sudah dimasukkan ke dalam bambu, selanjutnya letakkan bambu yang berisi adonan tersebut ke atas bara api dan dibakar sampai benar benar matang.
• Penyajian
Setelah lamang dipastikan matang, maka keluarkan dari bambu tersebut dan siap untuk disajikan kepada keluaraga, ataupun dibagikan kepada kerabat dan tetangga. Dalam penyajiannya, lamang biasanya disantap bersama tapai atau ketan hitam.
2. Makna Tradisi Malamang
Malamang tidak hanya sekedar memasak makanan biasa saja, akan tetapi juga terdapat makna dalam malamang ini. antara lain sebagai berikut.
• Pelestarian Budaya
Malamang merupakan salah satu warisan budaya dan identitas Minangkabau, yang harus dilestarikan dan memeperkuat nilai nilai kebersamaan.
• Sarana Berkumpul
Malamang juga menjadi sarana berkumpul bagi masyarakat Minangkabau. Baik sesama anggota keluarga, kerabat, dan tetangga sekitar.
• Mempererat Silaturahmi
Proses malamang yang melibatkan banyak tenaga manusia, menciptakan kebersamaan saat membuatnya dan bisa memperat rasa persaudaraan.
• Media Komunikasi
Malamang menjadi salah satu media, untuk menyampaikan berbagai pesan keagamaan serta sosial, berbagi informasi, dan kegiatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tiktok/perantau.minang4