Sumbar - Jika berbicara soal makanan tradisional asal Minangkabau, maka kita akan menemukan begitu ragam banyak kulineran khas asli daerah ini. Cita rasa dan ragamnya menjadi daya tarik dan ciri khas tersendiri. Tidak heran mengapa banyak wisatawan baik dalam dan luar negeri, yang tertarik untuk mencoba dan membeli makanan tradisonal minangkabau jika lagi berkunjung ke berbagai daerah di minang.
Salah satu makanan tradisonal dari daerah sini adalah, dadiah. Lalu apa sebenarnya makanan dadiah ini? seperti apa pembuatan dan rasanya?. Berikut di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut.
Baca juga: 3 Sekolah Tertua di Provinsi Sumatera Barat! Apa Saja Ya?
Makanan Tradisonal Dadiah
Dadiah adalah susu kerbau yang tealh difermentasi dengan alami di dalam buluh, atau ruas batang pada bambu. Biasanya proses fermentasi ini akan berlangsung selama satu hari penuh. Akan tetapi, bagi dadiah yang akan diperjual belikan, biasanya yang sudah melalui fermentasi selama dua hari.
Ketika dalam tahap fermentasi ini, maka nantinya akan menghasilkan sejenis krim padat yang memiliki tekstur lembut dan cita rasa yang asam. Biasanya, semakin lama umur fermentasinya, maka dadiah yang dihasilakn akan semakin padat dan mengeras.
Penggunaan susu kerbau untuk dadiah ini biasanya akan disaring terlebih dahulu dan kemudian langsung ditampung dalam buluh atau ruas bambu dengan panjang sekitar 20-30 centimeter. Ruas ruas bambu ini, akan ditutup dan akan disimpan selama proses fermentasi dilakukan. Proses pembuatan dadiah ini dimulai setelah habis shalat subuh bersamaan dengan aktivitas peternak yang mulai memerah susu, dari kerbau.
Baca juga: Mengenal Berbagai Macam Jenis Tingkuluak Minangkabau: Berikut Ulasannya
Salah satu hal memarik dari pembuatan dadiah ini adalah, proses fermentasinya yang berlangsung secara spontan dalam wadah bambu. Di mana berbeda dengan youghurt umunya. Di mana yoghurt pada umunya memerlukan adanya tambahan kultur mikroba tertentu, yang berfungsi sebagai starter dalam proses fermentasinya.
Cara Penyajian Dadiah
Cara penyajian dadiah ini, biasanya disantap dengan menyajikan bersama emping beras atau juga disebut ampiang dadiah. Ketika menyantapnya, cita rasa asam dari dadiah yang berpadu dengan kerenyahan emping beras dan juga ditambah siraman gula aren, adalah kombinasi yang pas dan enak. Pastinya akan menggugah selera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tiktok/gadih_minang994