Sumbar - Provinsi Sumatera Barat selain terkenal akan keindahan alam, objek wisata serta budayanya yang beragam di daerah sini juga banyak terdapat banyak peninggalan sejarah. Tidak hanya peninggalan sejarah saat zaman kemerdekaan ataupun zaman Belanda dulu. Di sini juga banyak terdapat berbagai peninggalan sejarah peradaban islam. Baik berupa masjid, bangunan sekolah dan lainnya.
Berbicara soal peninggalan sejarah islam berupa masjid masjid yang ada di daerah ini. Di Provinsi Sumatera Barat, kita bisa menjumpai berbagai macam masjid yang memiliki nilai sejarah dan juga bukti adanya peradaban islam di Sumatera Barat.
Baca juga: Menu Buka Puasa Khas Minangkabau Yang Cocok Dijadikan Santapan Ketika Berbuka
Masjid masjid yang bersejarah yang ada di provinsi ini, sampai sekarang senantiasa dirawat keberadaanya dna bahkan ada yang direnovasi guna tetap kokoh dan agar bisa difungsikan dengan maksimal, untuk berbagai kegiatan keagmaan dan juga sarana media pendidikan.
Berikut di bawah ini akan dijelaskan, macam macam masjid bersejarah yang ada di Provinsi Sumatera Barat dan perannya saat datang bulan Ramadhan.
1. Masjid Muhammadan
Masjid bersejarah pertama Adalah Masjid Muhammadan yang berlokasi di Jl. Ps. Batipuh, Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Masjid ini berdiri sejak tahun 1843, dan salah satu warisan bagi umat islam yang keturunan India, yang berada di Kota Tua Padang.
Menurut sejahanya, masjid ini memiliki peran penting dalam hal penyebaran agama Islam dan sudah menjadi tempat berkumpul ulama dan juga kaum intelektual. Sampai saat sekarang ini, masjid ini masih difungsikan oleh masyarakat untuk berbgai kegiatan ibadah dan lainnya.
Baca juga: Tradisi Menyambut Ramadhan di Pasaman Barat:Maapam Yang Penuh Akan Makna dan Nilai Keagamaan
2. Masjid Raya Andalas
Masjid selanjutnya yang merupakan masjd bersejarah adalah Masjid Raya Andalas. Masjid ini sempat direnovasi tahun 2003 silam, dan juga sempat mengalami keruskan pasca bencana gempa bumi Kota Padang pada 2009.
Masjid ini memilki arsitektur yang unik, salah satunya di mana mengkombinasikan berbagai unsur lokal dan warna hijau. Masjid ini sampai sekarang masih aktif digunakan sebagai sarana melaksanakan aktivitas ibadah umat islam dan juga sebagai sarana pendidikan.
3. Masjid Raya Rao Rao
Pada urutan ketiga ada masjid Raya Rao Rao, yang berlokasi di Nagari Rao Rao, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 1908. Pada awal pembangunnanya, masjid ini memili atap berbahan ijuk, dan kemudian diganti dengan atap yang menggunakan seng.
Sama halnya dengan Masjid Raya Andalas, masjid ini juga sempat mengalami kerusakan pasca gempa, akan tetapi mengalami kerusakan pasca gempa selam 2 kali, yaitu gempa pada tahun 1926 dan terakhir gempa bumi pada 2009 lalu.
4. Masjid Jamik Taluak
Selanjuntya ada Masjid Jamik Taluak, yang lokasinya tidak jauh dengan perbatasan Kota Bukittinggi. Selain masjid bersejarah, masjid satu ini juga merupakan masjid tertua di Indonesia. Walaupun masjid ini sempat mengalami kerusakan dan sudah renovasi, akan tetapi tidak mengubah keaslian dari bentuk masjid ini. Awal mulanya dibangun, masjid ini diprakasai oleh Haji Abdul Majid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/CreativeHamdi, Amatan