Jumat, 24 APRIL 2026 • 14:10 WIB

Berbagai Tradisi Pernikahan di Pasaman: Mulai Dari Sebelum Sesudah Prosesi Pernikahan

Author

Baju adat Minang yang kerap digunakan pengantin perempuan saat pernikahan (jadesta.kemenpar.go.id)

Sumbar - Selain tekenal akan keindahan alam, udara dan ragam objek wisatanya. Minangkabau atau Sumatera Barat ini juga kaya akan adat budaya dan tradisinya beragam. Salah satunya tradisi saat sebelum dan sesudah prosesi pernikahan di Minangkabau. Seperti tradisi pernikahan yang ada di Pasaman. Berikut di bawah ini sudah disajikan, macam macam tradisi pernikahan yang ada di Pasaman

Tradisi Sebelum Hari Posesi Pernikahan

1. Batanyo 
Pada sebelum hari pernikahan dan sudah adanya niat antara kedua belah pihak yang ingin menikah. Maka tradisi yang akan pertama kali digelar di Pasaman ini adalah batanyo. Batanyo ini dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “bertanya”. Pada saat ini calon mempelai laki laki yang akan meminang perempuan akan pergi bersama mamaknya (paman) ke rumah calon pengantin perempuan guna meminta adanya restu dan izin dari ayah dari pihak perempuan. Jikalau nantinya sanga ayah dari pihak permepaun memberi zin dan restu, maka akan masuk dan mufakat ke prosesi selanjutnya 

2. Batuka Tando 
Prosesi yang kedua adalah batuka tando atau dalam Bahasa Indonesia juga disebut dengan “tunangan”. Di mana pada prosesi ini calon mempelai atau dalam bahasa Minang (marapulai) dan keluarga dari pihak laki laki datang ke rumah pihak perempuan untuk menggelar batuka tando atau tunangan ini. 

Baca juga: Pemerintah Tanah Datar Nyatakan Siap Dukung Adanya Pembangunan Sekolah Rakyat Serta Revitalisasi Pasar di Batusangkar

Pada prosesi ini, akan ditukar barang dari pihak laki laki dan juga perempuan, yang umumnya berupa cincin sebagai alat tukar. Di Pasaman selain cincin, alat tukar ini juga bisa berupa kain sarung, pakaian dan lain lainnya. 

3. Baboyang 
Prosei yang ketiga adlaah baboyang. Baboyang adalah sebagai dari adanya silaturahmi antar kedua belah pihak keluarga. Pada saat ini kelaurga dari pihak perempuan akan diiringi dengan satu dayang ketika berkunjung ke rumah calon marapulai (mempelai laki laki) lengkap dengan membawa seserahan. 

4. Malam bainai 
Keempat adalah prosesi malam bainai. Prosesi ini biasanya dilaksanakan 2 hari sebelum pernikahan. Malam bainai adalah menghias kedua tangan calon pengantin perempuan menggunakan henna, yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai henna art pernikahan. 

5. Baetong mamak mamak 
Berikutnya sesudah malam bainai, maka akan masuk prosesi baetong mamak. Ini merupakan sebuah diskusi untuk memutuskan adat apa yang akan dilaksanakan pada saat pernikahan nanti digelar. Serta juga hal yang penting dan dirasa perlu lainnya 

Tradisi Saat Pernikahan 

Baca juga: Pascabenacana: Kabupaten Agam Sumbar Dapat Program Rehabilitasi Sawah Dari Kementrian Pertanian

1. Akad nikah 
Jika semua sudah clear dan tenda pelaminan sudah terpasang. Maka datanglah prosesi akad nikah. Pada saat ini pihak laki laki akan datang ke rumah perempuan untuk melangsungkan akad.  Ada juga sebagian berdasarkan keputusan, akad ini dilangsungkan di masjid. 

2. Baralek atau pesta pernikahan 
Prosesi selanjutnya adalah baralek atau dalam Bahasa Indoensia juga disebut resepsi atau pesta pernikahan. Baralek ini ada yang diglera sesudah akan di hari yang sama ataupun satu hari sesudah akad berlangsung. Biasanya baralek ini ada yang dilakukan 2 kali. Di rumah laki laki dan perempuan (beda hari) ataupun sekali saja baik di rumah mempelai laki laki (marapulai) atau  pengantin. Hal ini tergantung kesepakatan setiap pihak. 

3. Manyimbua 
Berikutnya ada yang namanya manyimbua. Tradisi ini dilakukan di rumah keluarga laki laki, jikalau kedua nya melangsungkan pesta pernikahan di hari yang sama. Jikalau resepsi atau baralek dilakukan di satu rumah saja. Maka manyimbua ini dilaksanakan di rumah pihak perempuan. Prosesi ini adalah kedua orang yang sudah menikah ini akan didudukan di halaman dengan diiringi pantun 

4. Mengenalkan mempelai 
Masuk ke tahapan selanjutnya yaitu mengenalkan mempelai. Ini merupakan prosesi di mana pada saat ini mamak (paman) dari pihak perempuan akan memperkenalkan mempelai laki laki (menantu) pada kelaurganya. Atau kepada niniak mamak serta juga mamak nan sembilan. 

5. Menjemput marapulai
Porsei berikutnya adalah menjemput marapulai. Di mana setelah akad dan baralek dan prosesi lainnya sudah selesai. Maka keluarga dari pihak perempuan akan menjemput mempelai laki laki untuk tinggal di rumah mereka. 

6. Malam katigo 
Selanjutnya ketika sudah memasuki malam ketiga pernikahan, maka kedua pasangan ini akan datang ke rumah pihak laki laki serta juga membawa seserahan. Pada saat ini pengantin perempuan tidak boleh menginap di ruamh laki laki dan harus pulang ke rumahnya. Serta juga akan menggunakan baju panibo, yang diberikan oleh suaminya atau mempelai. 

7. Malam ketujuh pernikahan
Memasuki hari ketujuh pernikahan mereka. Maka akan pergi ke rumah mempelai laki laki, dan menginap di sana selama 3 hari. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU