Selasa, 14 JULI 2026 • 22:23 WIB

Museum Tridaya Eka Dharma: Sejarah dan Macam Macam Koleksinya

Author

Kota Bukittinggi (sumbar.jadesta.com)

Sumbar - Jika ingin mempelajari berbagai macam sejarah yang ada di berbagai kota, maka mengunjungi museum bisa menjadi pilihan yang tepat. Tidak hanya berlibur saja, akan tetapi di sini kita bisa mendapatkan berbagai macam sejarah dan jejak peninggalan. Mulai dari museum budaya, museum perjuangan dan masih banyak lagi. 

Berbicara soal museum, maka Kota Bukittinggi yang memiliki julukan sebagai kota wisata ini, memiliki ragam objek wisata musuemnya yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Musuem Tridaya Ekadarma. Lokasinya yang strategis ini serta berada di tepi jalan raya, Ditambah lagi dengan ada Pesawat AT 16 Harvard, membuat museum ini juga turut menjadi ikonik di kota ini.  Berikut di bawah ini sudah dipaparkan sejarah, macam macam koleksi Musuem Tridaya Eka Dharma

Sejarah Musuem Tridaya Eka Dharma 

Musuem Tridaya Eka Dharma dibangun pada tahun 16 Agustus 1973. Diketahui dahulunya museum ini merupakan bangunan bekas dari rumah peristirahatan Gubernur Provinsi Sumatera Barat. Adapun museum ini dibangun atas inisiasi dari Brigjen Widodo dan kemudian, diteruskan oleh Brigjen Soemantoro. 

Adapun tujuan dari pembangunan Musuem Tridaya Eka Dharma ini, sebagai sebuah wadah guna melestarikan adanya semangat serta menumukan nilai jilai kepahlawanan. Musuem ini juga menjadi media pembelajaran, di mana pelajar dan masyarakat umum bisa mendapatkan informasi. Sehingga cocok dikunjungi bagi masyarakat atau pelajar, yang ingin melaksanakan study tour, museum date dan lainnya. 

Baca juga: Kabupaten Dharmasraya: Sejarah Beserta Fakta Menarik Kabupaten Satu Ini

Selain itu objek wisata sejarah satu ini juga unik. Karena berhadapan langsung dengan objek wisata Taman Panorama Ngarai Sianok dan juga Lobang Jepang. Sehingga wisatawan bisa mengunjungi 2 objek wisata yang berdekatan. 

Koleksi Musuem Tridaya Eka Dharma 

1. Relief 
Pertama di Musuem Tridaya Eka Dharma ini, terdapat relief pada bagian dinding depan. Di mana relief ini menceritakan perjuangan masyarakat Sumatera Barat serta juga masyarakat Riau, ketika zaman Orde Baru. 

Relif yang terdapat di Musuem Tridaya Eka Dharma ini, ada 4 periode. Antara lain sebgai berikut ini:

•    Sebelum proklamasi 

•    Perang kemerdekaan

•    Deklarasi liberal 

•    Orde Baru 

2. Maket Situjuah 
Berikutnya di Musuem Tridaya Eka Dharma ini, terdapat satu hal yang di mana mendeskripsikan adanya pengepungan Lembah Situjuah yang dilakukan oleh Kolonial Belanda. Di mana ini terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota. 

3. Pesawat Terbang AT 16 Harvard 
Berikunya pada bagian depan museum, juga terdapat Pesawat Terbang AT 16 Harvard. Di mana dahulunya, museum ini diterima TNI AU pada 1950. 

4. Senjata Tradisional Modern 
Di Musuem Tridaya Eka Dharma ini, juga terpat berbagai macam senjata tradisonal modern, yang merupakan bukti perjuangan masyarakat pada masa lampau. 

5, Pesawat Pemancar YBJ 6 
Peswat Pemancar YBJ 6 merupakan koleksi selanjutnya dari museum ini. Ini yang digunakan oleh Syarifuddin Prawiranegara beserta rombongan, ketika pelariannya. Hal ini digunakan untuk komunikasi perwakilan dari Indoensai ke India. Di mana terjadi pada zaman PDRI dahulunya. 

Baca juga: Dalam persiapan HK ke 357 Kota Padang: Pemko Akan Hadirkan Padang Festival Multi Etnis

6. Seragam Tentara Belanda 
DI sini juga terdapat seragam tentara KNIL Belanda dan juga seragam Loreng KNIL. Ini juga merupakan salah satu bukti perjuangan dan semangat kepahlawanan 

7. Mesin Tempel Dholpin 
Ini merupakan mesin yang digunakan oleh Ahamd Yani, saat operasi pada tahun 17 Agustus 1958. 

8. Koleksi Timur Timur 
Ini merupakan rampasan ketika Yonif 131`/Barja Skati, di mana saat melaksanakan Operasi Seroja di Timur Timur. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU