Ilustrasi Kemarau (Freepik/asier_relampagoestudio)
Sumbar - Kemarau panjang yang sudah melanda Provinsi Sumatera Barat, dalam beberapa waktu membuat daearah dan kota, yang ada di provinsi ini, mengalami kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Seperti kebakaran yang terjadi di Kawasan wisata harau Limapuluh Kota, Puncak Gagoan di Solok, dan perumahan warga di beberapa kota dan daerah.
Tidak hanya karhutla, akan tetapi juga kekeringan yang disebabkan tidak ada turunnya hujan. Hal ini membuat masyarakat sekitar merasa cemas dan gelisah warga, karena di antara mereka ada yang mengalami kekeringan pada sumur di rumah masing masing. Dalam beberapa bulan terakhir, untuk mengatasi masalah yang lagi melanda, masyarakat di daerah terdampak melakukan ibadah shalat ibadah minta hujan, atau yang juga di kenal dengan istilah shalat istiqa, yang dilakukan seperti di daerah batu taba, canduang dan daerah lainnya.
Baca juga: Mulai Dikenakan Tarif Tanggal 30 Juli 2025 : Berikut Besaran Tarif Tol Padang Sicincin
Tidak hanya dari masyarakat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut berkontribusi, dalam mencari jalan pemecahan dari masalah yang dihadapi, yaitu dengan melakukan modifikasi cuaca di Sumatera Barat.
Modifikasi cuaca ini, dilakukan guna mempercepat penanganan masalah yang dihadapi, dan karhutla tidak menyebar lebih banyak lagi. Kalaksa BPBD Sumatera Barat, Rudy Rinaldy, menjelaskan bahwa kegiatan modifikasi cuaca, akan dilakukan di beberapa daerah yang menagalami dampak karhutla terlebih dahulu, yaitu seperi di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Solok.
Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) sudah mendapatkan laporan, bahwa sudah tujuh kota dan kabupaten mengalami kebakaran hutan dan laha, selama kemarau ini, dan hamper mencapai 500 hektare yang terdampak. BMKG, BNPB serta masyarakat Sumatera Barat, berharap upaya modifikasi cuaca ini, bisa berjalan lancar dan menagggulangi karhutla yang terjadi.
Baca juga: Beragam Hal Menarik dan Meriah Dalam Peringatan HUT ke 32 Lubuk Basung Sebagai Ibu Kota Agam
Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca atau yang dikenal dengan istilah OMC di Sumatera Barat, akan dilaksanakan sampai 29 Juli 2025, dengan sistem tiga kali, penerbangan per harinya. Candra Fadilah, selaku Koordinator OMC ini, menjelaskan bahwa Upaya OMC ini, mampu meningkatkan hujan 20 sampai 30%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pengamatan Langsung Penulis