Sumbar - Kota Bukittinggi, yang juga terkena dampak kemarau di Provinsi Sumatera Barat, akhirnya turun hujan sejak hari Kamis 24 Juli 2025, sampai dengan hari ini, 25 Juli 2025. Walaupun hujan yang turun belum merata ke seluruh wilayah di Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Agam, setidaknya hal ini bisa mengurangi kekeringan dan mencegah terjadinya karhutla, seperti yang dilanda di beberapa daerah di Sumatera Barat.
Pada awalnya, hari Kamis 24 Juli 2025 hujan mulai turun di sebagian Kota Bukittinggi, pada siang sampai sore, bahkan dibeberapa lokasi ada yang hujan sampai malam hari. Kemudian pada hari jumat 25 Juli, 2025 hujan kembali turun, pada siang hari sampai malam. Intensitas hujan yang turun berbeda beda, di setiap wilayah di Kota Bukittinggi. Ada yang deras, dan gerimis.
Baca juga: Tunjukan Dukungan Terhadap Kehadiran Sekolah Rakyat di Sumbar: PLN Fasilitasi Operasional Listrik
Masyarakat menyambut hujan ini, dengan penuh rasa syukur, karena musim kemarau yang datang beberapa waktu lalu, membuat sebagian warga mengalami kekeringan, tanaman tanaman ada yang mati karena kekurangan air, dan ada warga yang mengalami kemalangan, berupa matinya ikan di kolam.
Beberapa hari sebelumnya, di beberapa daerah di sekitar Kota Bukittinggi,dan Kabupaten Agam melakukan salat minta hujan, atau juga dikenal dengan istisqa, seperti yang dilakukan oleh warga yang berdomisili di Batu Taba, Canduang, dan sekitarnya. Masyarakat yang melakukan shalat istisqa ini, tergabung dari masyarakat sekitar, pengurus masjid beserta anak anak sekolah, seperti: MTSN dan anak pondok pesantren.
Kondisi setelah huja di Kota Bukittinggi (Dokumen pribadi: Asyraf Wardatulislam Zulfikar)
Selain salat istiqa, ada juga beberapa solusi yang dilakukan pemerintah, dalam menghadapi kekeringan dan juga karhutla ini, seperti modifikasi cuaca, yang dilakukan di daerah daerah. Terutama daerah yang terkena musibah kebakaran besar, yang terjadi beberapa hari lalu di Puncak Gagoan Solok dan Kawasan harau di Limapuluh Kota.
Baca juga: Tunjukan Kepedulian Kepada Masyarakat : Pemerintah Kota Bukittinggi Salurkan Bantuan Kepada KPM
Masyarakat Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam juga berharap, agar hujan kembali turun, terutama pada daerah daerah yang sudah lama tidak turun hujan, agar kekeringan yang dialami bisa teratasi, dan tanaman tanaman milik warga dan tanaman di taman kota juga hidup dan segar seperti sedia kala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Langsung