Ilustrasi gempa (freepik/wirestock)
Sumbar - Dalam menyikapi penanganan terhadap kesiapsiagaan bencana, seperti gempa bumi, Pemerintah Kota Padang akan mengadakan Drill Gempa Bumi, guna menghadapi jikalau terjadi gempa. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 05 November 2025 mendatang.
Dalam kegiatan ini, lebih dari 200 ribu warga Kota Padang, yang akan tinggal dan beraktivitas di sekitaran zona merah tsunami, akan diikutsertakan dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana ini. Dalam hal kegitaan ini, telah juga dilaksankan workshop Drill dalam menghadapi gempa bumi, yang berpotensi tsunami di Gedung Youth Centre, Kota Padang.
Pada kesempatan ini, Walikota Padang Fadly Amran, menjelasakan bahwa kegiatan Drill Gempa Bumi Berpotensi Tsunami ini, penting diadakan guna memastikan semua warga Kota Padang senantiasa memilki kesiapsiagaan tinggi, terhadap potensi bencana alam, yang mungkin akan terjadi.
Walikota Padang Fadly Amran, menjelaskan dalam tulisan di National Geographic Indonesia edisi I, Kota Padang dikatakan sebagai kota yang memilki potensi risiko tsunami tertinggi di dunia, jika dipantau dari jumlah penduduk yang berada di pesisir Pantai. Dia menjelaskan, dengan jumlah 1 juta jiwa penduduk Kota Padang, 60% nya beraktifitas di kawasan perkiraan landasan tsunami. Oleh karena itu, Walikota Padang menekankan pentingnya adanya kegiatan kesiapsiagaan bencana alam.
Walikota Padang, Fadly Amran mengatakan lebih lanjut, bahwa menurut data Kajian Risiko Bencana Kota Padang, pada tahun 2023, yang berdampak tsunami dapat mengancam 8 kecamatan, 55 kelurahan dengan 242.750 jiwa yang terpapar, dan 77.014 jiwa, adalah warga dengan usia rentan, 637 jiwa dengan penyandang disabilitas.
Dia juga menekankan lagi, workshop yang dilakukan harus mendiskusikan dengan detail rencana evakuasi masing masing, supaya tidak bertumbrukan di jalan dan tidak penuh sesak di empat evakuasi. Pada puncaknya nnati, 05 November 2025 Kota Padang akan melaksanakan Tsunami Drill terbesar yang pernah dilaksanakan. Acara ini memiliki target pesrta 200 ribu masyarakat Kota Padang, 55 dari kelurahan. Oleh sebab itu juga Walikota Padang memohon dukungannya.
Pada kesempatan ini, Kalaksa BPBD Kota Padang, Hnedri Zulviton menyebutkan bahwa, dalam sesi workshop kali ini, juga diundang pelaku pelaku yang diharapkan ikut berpartisipasi aktif, dalam kegiatan yang diadkaan nati. Mulai dari satuan pendidikan, masyarakat, perwakilan instansi, lembaga, dunia usaha, pihak rumah sakit, perbankan, perhotelan, dan OPD sebanyak 88 orang.
Semoga dengan adanya workshop yang dilaksanakn dan kegiatan di bulan Novemebr yang akan datang, maka pemahamam masyraakt Kota Padang terhadap kesiapsiagaan bencana, akan semakin bertambah dan bagi mereka yang awam di bidnag ini, maka juga bisa memahami nantinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Padang.go.id