Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 17:10 WIB

Masa Tanggap Darurat Bencana Usai: Wakil Walikota Padang Paparkan Dampak Serta Upaya Recovery

Masa Tanggap Darurat Bencana Usai: Wakil Walikota Padang Paparkan Dampak Serta Upaya RecoveryIlustrasi duka pasca bencana alam (Freepik/freepik)

Sumbar - Masa tanggap darurat Kota Padang, telah berakhir pada hari Senin, 22 Desember 2025 dan pada hari ini, Selasa 23 Desember 2025 sudah masuk dalam tahapan masa transisi pasca bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa minggu yang lalu. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Akhir Masa Tanggap Darurat Bencana

Baca juga: Memperingati HJK Bukittinggi ke 241: Pemko Bukittinggi Launching Name Sign Satu Abad Jam Gadang

Rakor ini dihadiri oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan juga kota dan kabupaten se Provinsi Sumatera Barat, yang digelar secara daring pada hari Senin 23 Desember 2025. Pada Rakor online ini, Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir mengikuti rakor dari Rumah Dinas Walikota Padang, dan menyampaikan bahwa, Kota Padang masih terdapat 2 korban yang belum ditemukan dan 11 korban lainnya, sudah ditemukan. 

Wawako Padang menjelaskan  bahwa, korban yang dalam status belum ditemukan, berdasarkan komunikasi antara Pemerintah Kota Padang dengan pihak keluarga korban yang bersangkutan, maka proses pencarian dihentikan mulai hari Senin, 22 Desember 2025. 

Baca juga: Kembali Raih Penghargaan: Kota Padang Duduki Terbaik Kedua Indeks Inovasi Daerah di Sumatera Barat

Kemudian juga, terkait dengan pengungsi terdapat ada 658 kepala keluarga, dan dari jumlah tersebut, terdapat ada 93 kartu keluarga dengan 365 jiwa ditempatkan pada hunian sementara. Buat selebihnya melakukan hunian sementara mandiri, seperti: di tempat keluarga, menyewa dengan harapan masyarakat yang terdampak tersebut, bisa mendapatkan dana tunggu hunian. 

Dia juga menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan lahan guna hunian sementara untuk tetap mengungsi, dengan masing masing di belakang Pasar Simpang Haru dan juga Bumi Perkemahan dengan  total ada lahan 3 hektare. Diharapkan juga, Pemerintah Pusat bisa memfasilitasi pembangunan hunian tetap tersebut. 

Tidak hanya kerugian dari segi korban jiwa, bencana yang terjadi beberapa minggu yang lalu ini, juga menagkibatkan Kota Padang mengalami kerugian materil. Baik dari segi infrastruktur, jalan, sekolah, irigasi. 

Baca juga: Kota Bukittinggi Raih Juara 3 Dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQN) ke 41 Tingkat Sumbar

Di mana pasca kerusakan irigasi ini, teradpat ada 4.140 sawah yang tidak bisa digarap. Kemudian untuk jembatan yang mengalami kerusakan pasca banjir bandang sebanyak 9 buah serta sekolahan. Semoga segala bentuk rencana rekonstruksi dan rehabilitasi Kota Padang pasca bencana ini, bisa berjalan dengan lancar dan aman. Diharapkan juga bagi semua korban, agar bisa bangkit dan pulih kembali, serta perekonomian masyarakat bisa mulai berjalan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Padang.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Masa Tanggap Darurat Bencana Usai: Wakil Walikota Padang Paparkan Dampak Serta Upaya Recovery

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!