ilustrasi bantuan (Freepik/freepik)
Sumbar - Duka atas bencana hidrometeorologi masih dirasakan oleh warga yang terdampak baik dari Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan juga Aceh. Bencana yang terjadi pada bulan November lampau, mengakibatkan banyaknya jatuhnya korban jiwa, rusaknya infrastruktur, jalan dan juga rumah serta sekolahan.
Berbalik dari hal tersbut, aksi solidaritas, kepedulian dalam hal kemanusiaan, senantiasa ditunjuki baik dari komunitas, peroroangan, individu, instansi swasta ataupun negeri dan juga pemerintah, yang kiat menyalurkan bantuan baik berupa sembako, pakaian, obat obataan dan lainnya untuk semua korban yang terdampak.
Seperti yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau, yang telah berkolaborasi dalam bakti kemanusiaan yaitu berupa, pelayanan Kesehatan bagi masyarakat yang mengalami dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Dalam kegiatan ini, ada 44 dokter yang akan bertugas selama 2 hari, guna menyasar korban dan warga yang membutuhkan layanan medis di lokasi pengungsian dan juga pada wilayah yang terdampak. Pada kesempatan itu, Walikota Payakumbuh Zulameta menagtakan bahwa, kegiatan kemanausiaan ini, dilaksankan sesuai dengan profesi sebagai dokter. Pihak dari IDI bersedia turun dan hadir langsung kepada masyarakat Kabupaten Agam yang membuuthkan dan mengalami dampak bencana yang terjadi.
Dia juga mengingatkan kepada semua relawan untuk terus diiringi dengan hati hati, agar keselamatan semua relawan terjaga selama berada di lokasi terjadinya bencana alam. Dia juga berharap, semua relawan yang bertugas diberikan kesehatan dan juga kekuatan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
Baca juga: Sambut Tahun Baru 2026: Pemerintah Kota Padang Akan Gelar Acara Keagamaan di Malam Tahun Baru
Bupati Kabupaten Agam, Benny Warlis juga turut menjelaskan menggambarkan kondidi daerah pemerintahannya, yang masih dalam tahap pemulihan pasca bencana. Dia mengatakan bahwa, Kabupaten Agam, adalah wilayah yang terdamapka cukup parah di Sumatera Barat.
Dia menyatakan untuk korban jiwa, pasca bencana sebanyak 163 jiwa, 27 belum teridentifikasi, dan juag 28 masih dinyatakan hilang. Sedangkan untuk daerah, dengan duka yang dalam dirasakan oleh warga yang berdomisili di Kecamatan Palembayan, terutama Nagari Slaareh Aia, yang menjadi lokasi dengan korban paling banyak.
Baca juga: Kembali Raih Penghargaan: Kota Padang Duduki Terbaik Kedua Indeks Inovasi Daerah di Sumatera Barat
Di mana selain kehilangan keluarga, warga sekitar juga mengalami keruskan dari segi tempat tinggal dan juga fasilitas umum. Buat kerugian pasca bencana, mencapai lebih dari 2 triliun rupiah. Buat saat ini, Pemerintah Kabupaten Agam, akan terus fokus pada penanganan korban yang terdampak, di mana juga penyediaan hunian sementara. Buat kebutuhan dari segi pangan, terbilang cukup, dan saat ini masih menghadapi kendala dalam ketersediaan air bersih buat warga yang terdampak.
Pada kesmoatan ini, Ketua IDI Regional Riau, dr.Marhan Effendi, MH, CMC, menyatakan bahwa kehadiran semua dokter di daerah terdampak ini tidak hanya sekedar dalam hal memberikan layanan kesehatan saja. Akan tetapi, juga turut menguatkan mental amsyarakat yang terkena imbas bencana yang terjadi.Dia juga berharap, pelayanan yang diberikan bisa membantu masyarakat dalam melewati masa masa sulit, pasca bencana.
Bupati Kabupaten Tanah Datar, benny Warlis juga turut mengucapkan terima kasih kepada IDI riau dan juga Pemko Payakumbuh. Dia menjelaskan juga, bahwa dari hari pertama dilanda bencana, Pemko Payakumbuh senantiasa hadir untuk membantu. Baik dari fasilitas dapur umum, tim medis, paket sembako dan juga tenaga relawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita.payakumbuhkota.go.id