Ilustrasi BTS Telkomsel (freepik/Mateus Andre)
Sumbar - Adanya infrastruktur yang memadai di daerah kawasan rawan bencana, merupakan salah satu hal sangat membantu. Baik infrastruktur jalan, jembatan ataupun infrstruktur digital. Dengan adanya infrastruktur digital ini, diharapakan bisa membantu masyarakat dalam berkomunikasi. Salah satunya pembangunan BTS Telkomsel di Sitinjau Lauik, yang merupakan salah satu contoh penerapan dari adanya pemanfaatan infrastruktur digital.
Sebagaimana diketahui jalur Sitinjau Lauik ini, merupakan daerah yang cukup rawan bencana dan kecelakaan. Dikarenakan jalannya yang cukup menanjak tajam, dan lokasinya yang mewajibkan kita wajib hati hati. Hal ini juga yang sedang dibangun di daerah jalur Sitinjau Lauik.
Dalam hal ini, Andre Rosiade selaku Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, melaksanakan peninjauan langsung pembangunan Base Transceiver Staion (BTS) Telkomsel, di Sitinjau Lauik. Peninjauan ini dilaksanakn pada hari Selasa, 17 Februari 2026.
Peninjauan ini didampingi langsung oleh manager Network Operation productivity Telkomsel Kota Padang, Andy Suapril dan juga tim teknisnya juga. Dia menekankan bahwa, betapa penting adanya BTS di Jalur Sitinjau Lauik. Di mana berlokasi di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta.
Baca juga: Caffe Roof Top yang Ada di Kota Padang Ini Menawarkan Pemandangan Kota yang Indah: Berikut Listnya
Sebagaimana diketahui juga, kawasan ini terkenal akan jalurnya yang ekstrim dan juga sering dilanda kecelakaan serta juga bencana longsor. Diharapkan nantinya dengan adanya BTS di Jalur Sitinjau Lauik ini, maka akan membantu masyarakat yang akan meleati jalur ini. Mereka bisa mudah dalam berkomunikasi. Jikalau terjadi kondidsi darurat dan lainnya.
Dia juga menegaskan bahwa Pembangunan BTS ini, merupakan salah satu bagain dari komitmen pemerintah, yang di bawah kepemimpinan Presdien Prabowo Subianto, guna meningkatkan pelayanan infrastruktur digital, sampai di wilayah rawan serta juga pada jalur strategis di Sumbar.
Andre Rosiade juga menilai bahwa adanya kolaborasi DPR RI serta Telkomsel ini, sangat krusial guna mengatasi blank spot komunikasi pada jalur lintas di provinsi Sumbar. Dalam hal ini, tim dari Telkomsel juga melaporkan bahwa pembangunan tower yang memiliki ketinggian sampai 72 meter ini, memasuki tahap pengecoran pondasi. Tim telkomsel juga menambahkan proses erection tower, diperkirakan bisa menghabiskan waktu selama 2 samapi 3 hari. Mereka juga optimis bahwa, BTS ini bisa mulai beroperasi sebelum hari Raya Idul Fitri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan