Menteri Kebudayaan, Fadli Zon Luncurkan Buku “Kartu Pos Dengan Gambar Fort De Kock”: Tampilkan Suasana Sumatera Barat Pada Era Awal Awal Kemerdekaan
Sumbar - Kebudayaan dan sejarah, merupakan salah satu hal yang harus dipertahankan dan dijaga kelestariannya. Baik dari sejarah perlawanan pahlawan terdahulu di setiap daerah dan di pusat, tokoh tokoh yang berjuang dan hal lainnya.
Salah satu bentuk dalam implementasi dalam hal ini, adalah peluncuran Buku Kartu Pos yang bergambar Fort De Kock” di Kota Padang dan sekitarnya. Peluncuran buku Kartu pos ini, dilakukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang bertempat di Aie Angek Cottage, pada Sabtu, 02 Agustus 2025. Pada sebelumnya juga, Fadly Zon, meluncurkan buku berjudul “Bultenzorg, pada Bulan Maret lalu.
Baca juga: Pemerintah Kota Bukittinggi Siap Beri Ruang Buat Seniman Tradisional Minangkabau
Pada kegiatan ini, turut dihadiri Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, Kepala Dinas kebudayaan provinsi Sumatera Barat, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Kepala Balai Pelestarian kebudayaan Wilayah III, Walilota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Bupati Dharmasraya, Wakil Bupati Tanah Datar, perwakilan dari akademisi, Budaywan Taufik Ismail, Direktur Sarana dan Prasarana Kemenbud Feri Arlius, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda primayuda, mahasiswa, pelajar.
Buku Kartu Pos ini, merupakan buku kedua, dari seri Kartu Pos yang bergambar Hindia Belanda, karya Fadli Zon dan Mahpudi. Pada kesempatan ini, Menteri Kebudayaan turut memberi sambutannya. Dalam sambutan tersebut, dai mengatakan bahwa sebelum adanya media sosial, seperti : Instagram, Whatsapp, Tokrok, twitter, kartu pos ini,menjadi alat komunikasi dalam kegiatan surat menyurat.
Baca juga: Sudah Dinyatakan Resmi : Super League 2025- 2026 Siap Diadakan Di Stadion Haji Agus Salim
Kartu pos ini, menjadi alat komunikasi yang dibuat dengan menarik. Jadi jika ingin memberitahu keberadaan saat ini, dan hal lainnya, digunakan dengan menggunakan kartu pos. Buku Kartu pos ini, memuat 205 kartu pos bergambar, yang terbit pada masa hindia Belanda. Di buku ini, menampilkan peradaban Sumatera Barat, pemandangan alam, manusia, Kota Padang, Fort De Kock, atau yang sekarang Bernama Kota Bukittinggi.
Baca juga: Jelang HJK ke-356, Pemerintah Kota Padang Lakukan Perbaikan 192 Ruas Jalan
Dia menambahkan bahwa, buku ini merupakan dokumentasi sejarah dan kebudayaan yang berharga. Karena gambar pada buku ini, adalah kartu pos yang berkaitan dengan Provinsi Sumatera Barat. Pada kegiatan ini juga, dilengkapi dengan semarak berbagai pameran foto Fort De Kock dan sekitarnya, oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III, Sumatera Barat
Semoga dengan adanya Buku “Kartu Pos Bergambar Fort De Kock” ini, bisa menjadi media baru, untuk memperkenalkan peradaban Sumatera Barat, kepada semua masyarakat terutama generasi muda, agar lebih mengenal kebudayaan dan Sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan